Jakarta, Pahami.id —
Arab Saudi meningkatkan layanan Haji 2026 dengan salah satu dari mereka menyiapkan sekantong kerikil untuk digunakan calon jemaah selama proses berlangsung iri.
Ketika jamaah haji tiba di Mina, mereka tidak perlu lagi mencari atau mengumpulkan kerikil untuk upacara rajam. Kantong berisi kerikil telah disiapkan dan siap digunakan oleh panitia pengelola haji.
Dikutip informasi islami, Perusahaan pengelola situs suci Saudi, Kidana Development Company, telah menyiapkan kantong kerikil terlebih dahulu dan mendistribusikannya ke lebih dari 300 pusat layanan di sepanjang jalan setapak di Muzdalifah dan Mina.
Peziarah hanya membawa satu tas dalam perjalanan lalu melanjutkan perjalanan ke Jembatan Jamarat tanpa berhenti untuk mencari kerikil. Ini adalah sebuah kemudahan kecil dalam menghadapi salah satu ibadah haji yang paling menguras tenaga.
Dalam ibadah Jumrah, jamaah haji harus melempar tujuh kerikil pada jumrah terbesar pada tanggal 10 Dzulhijjah, kemudian kembali pada hari berikutnya untuk melempar batu pada tiga jumrah atau tiang tersebut.
Jumlah kerikil yang dibutuhkan antara 49 hingga 70 buah, tergantung apakah jamaah haji tinggal di Mina selama tiga atau empat hari.
Batu-batu yang dilempar oleh para peziarah kemudian jatuh ke ruang bawah tanah sedalam 15 meter di fasilitas Jamarat, tempat sebuah ban berjalan otomatis mengumpulkannya.
Kerikil tersebut kemudian disaring, dicuci untuk menghilangkan kotoran, kemudian dipindahkan ke wadah penyimpanan sebelum dikemas ulang dan didistribusikan kembali. Siklus ini berlanjut sepanjang hari-hari haji.
Sistem operasi terintegrasi di kawasan ini juga dilengkapi dengan:
- 340 eskalator
- 682 kamera pengintai digital untuk memantau kepadatan jemaah,
- Sebanyak 228 mobil golf digunakan untuk mendukung pergerakan jamaah dan petugas di area fasilitas.
Akses masuk dan keluar Jembatan Jamarat juga dikelola menggunakan kartu Nusuk berbasis RFID dan sistem pelacakan massa digital yang dioperasikan oleh Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Arab Saudi.
(rds)
Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google

