Jakarta, Pahami.id –
Saksi mata di ibukota Mandalay, Myanmarmengungkapkan kekacauan kedua setelah itu gempa bumi Besarnya 7.7 Mengocok negara pada hari Jumat (28/3).
Saksi mengatakan bahwa orang berlari dan berserakan keluar dari gedung, setelah gempa bumi yang kuat.
“Kami semua berlari keluar dari rumah ketika semuanya mulai bergetar,” saksi dikutip oleh Reuters.
“Saya melihat sebuah bangunan lima lantai runtuh di depan mata saya. Semua orang di kota saya keluar dari jalan dan tidak ada yang berani kembali ke gedung,” kata saksi.
Saksi lain bernama Htet Naing Oo mengatakan toko teh runtuh, sehingga beberapa orang terjebak di dalamnya.
“Kita tidak bisa masuk, itu sangat buruk,” kata HTET.
Saksi mata ketiga juga mengatakan sebuah masjid di kota itu rusak parah setelah gempa bumi.
Myanmar terguncang oleh gempa bumi dengan besarnya 7,7 pada hari Jumat (28/3). Gempa bumi memicu kerusakan pada berbagai wilayah, termasuk tempat -tempat bersejarah untuk fasilitas publik yang penting.
Dilaporkan oleh Myanmar sekarang, saksi melaporkan bahwa Istana Mandalay yang bersejarah menderita kerusakan parah karena gempa bumi yang kuat. Istana, yang merupakan kediaman Raja Burma terakhir terletak di Mandalay.
Kerusakan juga menabrak jembatan di Sagaing City. Bahkan, jembatan itu dilaporkan runtuh karena gempa bumi yang mengerikan.
Gempa bumi yang kuat ini juga merasakan ibu kota Bangkok, Thailand.
Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menghentikan kunjungan resminya ke pulau selatan Phuket dan segera mengadakan pertemuan sebagai gempa bumi yang menghancurkan Myanmar,
Menurut sebuah studi geologi AS (USGS), getaran gempa bumi dengan besarnya 7,7 pada skala Richter dengan pusat di Myanmar juga dirasakan di Bangkok. Laporan dari Bangkok Post dan Reuters mengatakan warga yang merasa mengejutkan segera menyebar di luar gedung.
(DNA)