Berita Rusia Gempur Ukraina, Listrik sampai Air Padam

by
Berita Rusia Gempur Ukraina, Listrik sampai Air Padam


Jakarta, Pahami.id

Serangan udara baru-baru ini Rusia mengarah ke listrik dan air di ibu kota Kyiv, Ukrainadan kota Dnipro dan Odesa tidak dapat diakses.

Walikota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan serangan drone dan rudal balistik Rusia pada Kamis (12/2) telah memutus pasokan air dan listrik di ribuan gedung apartemen. Sekitar 3.500 apartemen saat ini tidak dapat menyalakan pemanas.


Ukraina kini sedang memasuki periode musim dingin. Sejak menginvasi Ukraina pada Februari 2022, Rusia telah menyerang jaringan energi Kyiv yang dianggap pemerintah sebagai upaya untuk merugikan warga sipil.

Perusahaan energi swasta DTEK menyatakan bahwa lebih dari 100.000 keluarga kini hidup tanpa listrik. DTEK mengaku salah satu pembangkit listriknya menjadi sasaran, tanpa menyebutkan lokasinya secara spesifik.

Gubernur Oblast Odesa Oleh Kiper pada Kamis malam juga melaporkan bahwa gelombang kedua serangan drone Rusia telah merusak rumah, lokasi industri, dan infrastruktur energi.

Serangan itu mengganggu pasokan listrik, air dan pemanas.

Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba sebelumnya mengatakan hampir 300.000 orang kekurangan air karena gelombang awal serangan Rusia terhadap Odessa. Hampir 200 bangunan di kota pelabuhan itu juga tidak bisa menyalakan pemanas.

Kepala administrasi militer, Serhiy Lysak, mengatakan serangan itu juga merusak sebuah gedung apartemen dan memicu kebakaran yang melalap salah satu pasar di kota tersebut. Satu orang terluka dalam insiden tersebut.

Di kota industri Dnipro, serangan rudal dan drone juga dilaporkan melukai empat orang, termasuk seorang bayi dan seorang anak berusia empat tahun.

Dua orang tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan di pusat kereta api Lozova di wilayah timur laut Kharkiv yang berbatasan dengan Rusia.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan Rusia telah meluncurkan 24 rudal balistik, satu rudal jelajah, dan 219 drone sejak Rabu (11/2) sore. Dari jumlah tersebut, 16 rudal dan 197 pesawat tak berawak berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan.

Rusia membantah pihaknya menargetkan warga sipil dalam invasinya ke Ukraina. Meskipun demikian, ribuan warga sipil telah tewas sejak invasi tersebut.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengutuk serangan Rusia yang menurutnya merupakan upaya untuk merusak perdamaian yang diperjuangkan Presiden AS Donald Trump.

(blq/rds)