Berita Rencana Trump Caplok Greenland Ditentang Mayoritas Warga AS

by
Berita Rencana Trump Caplok Greenland Ditentang Mayoritas Warga AS


Jakarta, Pahami.id

Mayoritas atau sekitar 75 persen warga Amerika menentang rencana Presiden tersebut Donald Trump yang ingin mendominasi Tanah penggembalaan.

Hal itu terungkap melalui hasil jajak pendapat terbaru CNN apa yang dilakukan SSRS dikutip Sabtu (17/1).

Jajak pendapat tersebut menyebutkan hanya 25 persen warga AS yang mendukung rencana Trump menguasai wilayah otonomi Denmark.


Bahkan para pendukung Trump pun terbagi dalam tanggapan mereka terhadap masalah ini. Sebanyak 50 persen anggota Partai Republik dan independen yang cenderung mendukung Partai Republik menyatakan dukungannya, sementara 50 persen lainnya menentang.

Sementara itu, 94 persen anggota Partai Demokrat menentang rencana Trump untuk Greenland. Bahkan 80 persen di antaranya menyatakan sangat menentang rencana tersebut.

Penolakan juga datang dari masyarakat yang mengaku netral atau independen dalam pandangan partai politik. Survei menemukan bahwa 8 dari 10 orang menentang rencana tersebut.

Potensi konflik di Pulau Greenland yang merupakan wilayah otonom Denmark belakangan ini semakin memanas.

Presiden Trump baru-baru ini meningkatkan ambisinya untuk mengambil alih pulau tersebut.

Trump tidak segan-segan mengancam negara-negara yang tidak mendukung kebijakan luar negerinya dengan tarif perdagangan baru.

Namun, dia tidak menyebutkan negara mana yang akan terancam kenaikan tarif jika menentang ambisinya untuk mendapatkan Greenland.

“Saya mungkin mengenakan tarif pada negara-negara jika mereka tidak setuju [kami tentang] Greenland, karena kita membutuhkan Greenland, kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Jadi, saya mungkin melakukan itu,” kata Trump seperti dikutip CNN.

Ia telah lama memimpikan Greenland yang memiliki kekayaan mineral, dengan alasan bahwa Greenland penting bagi keamanan AS. Salah satu alasannya karena takut Rusia dan China akan ‘mencaplok’ Greenland terlebih dahulu.

Hal serupa juga dilakukannya saat menginvasi Venezuela dengan dalih memberantas kartel narkoba. Belakangan diketahui bahwa minyak adalah alasan utama Trump memasuki Venezuela, termasuk penculikan dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Menyikapi ketegangan yang meningkat, beberapa negara anggota NATO Eropa sibuk mengerahkan pasukan ke Greenland.

Pengerahan pasukan Eropa dalam jumlah terbatas dilakukan untuk membantu Denmark mempersiapkan latihan militer pada akhir tahun depan. Pengiriman militer ini juga dilakukan di saat negara-negara Eropa sedang mewaspadai ancaman invasi Trump.

Sementara itu, Denmark telah mengindikasikan bahwa mereka akan mendatangkan pasukan NATO yang ‘lebih besar dan permanen’ untuk mengamankan pulau terbesar di dunia tersebut.

(mnf/sur)