Berita Proyek Gila Dubai UEA Bikin AC Raksasa di Jalur Pejalan Kaki

by
Berita Proyek Gila Dubai UEA Bikin AC Raksasa di Jalur Pejalan Kaki


Jakarta, Pahami.id

Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dikenal karena inovasinya di bidang arsitektur dan perencanaan kota.

Dubai juga memimpin dalam bidang pendinginan distrik – sistem canggih yang mendinginkan seluruh blok kota, menghilangkan kebutuhan akan unit pendingin individual (AC) di setiap gedung.


Diketahui bahwa di musim panas suhu negara ini akan mencapai 50 derajat Celsius, yang terasa panas.

Pada tahun 2026, melalui proyek ambisius seperti Dubai Walk dan Future Loop, kota ini membangun jalan layang dengan fasilitas AC terintegrasi, yang memungkinkan penduduknya berjalan dengan nyaman bahkan selama puncak musim panas.

Fitur utama dari integrasi AC luar ruangan di Dubai meliputi: Jalur pejalan kaki ber-AC (Dubai Walk): Proyek ini memiliki bagian jalan layang yang sepenuhnya ber-AC dan tertutup, dengan tahap percontohan ditargetkan selesai pada tahun 2027, seperti dikutip di halaman Besok.

Sistem pendingin ini juga menggunakan kecerdasan buatan untuk memantau aliran air dari dan ke fasilitas pendingin. Melalui teknologi penyimpanan energi panas, sistem ini membantu mengurangi beban jaringan pada jam sibuk.

Proyek ini juga mencakup pembangunan 110 jembatan penyeberangan dan terowongan bawah tanah untuk meningkatkan konektivitas, semuanya sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan mobilitas pejalan kaki dari 13% menjadi 25% pada tahun 2040.

Akan ada jalur berpemandangan indah, jalur tepi laut, jalur pedesaan dan pegunungan, serta jalur perkotaan. Jalan-jalan ini akan menghubungkan landmark-landmark utama seperti Burj Khalifa dan Museum Masa Depan, dengan jalan layang yang menarik perhatian di dekat museum yang disebut Future Loop, sehingga AC membuat orang terus bergerak sepanjang tahun.

Tahap percontohan berlangsung dari tahun 2025-2027, dengan penyelesaian penuh dijadwalkan pada tahun 2040,” jelas Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai, ketika proyek tersebut diluncurkan pada tahun 2024.

(imf/bac)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google