Berita Prediksi ‘Kartu AS’ yang Akan Dikeluarkan Iran Jika Diserang AS

by
Berita Prediksi ‘Kartu AS’ yang Akan Dikeluarkan Iran Jika Diserang AS


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali sesumbar menyerang Iran menyusul demonstrasi berdarah di negara Timur Tengah.

Trump bahkan mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan Timur Tengah pekan lalu. Dia juga mengirimkan armada tambahan dengan klaim pelatihan tempur.


“Saat ini ada armada bagus lainnya yang berlayar dengan indah menuju Iran,” kata Trump pada Selasa (27/1).

Meski ada ancaman AS, Iran menyatakan siap berperang jika mereka memprovokasi.

Tahun lalu, AS menyerang Iran untuk membantu sekutunya Israel selama perang 12 hari. Washington mengklaim telah menghancurkan beberapa fasilitas nuklir Iran dan dengan demikian melemahkan pertahanan mereka.

Namun Iran membantah fasilitas nuklirnya telah dirusak.

Lantas, apa yang akan dilakukan rezim Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei jika AS benar-benar menyerang Iran?

Salah satu respons Iran jika AS menyerang adalah kemungkinan memblokir Selat Hormuz. Jalur ini merupakan jalur perdagangan penting bagi pasokan minyak dunia.

Jika Selat Hormuz ditutup, harga energi akan meningkat drastis, terutama di negara-negara yang bergantung pada impor minyak dari negara-negara di Timur Tengah.

Pengusaha energi sangat waspada sejak Israel melancarkan serangan mendadak pada 13 Juni tahun lalu. Mereka khawatir perang akan mengganggu distribusi minyak dan gas yang dikirim melalui Selat Hormuz.

Selat Hormuz terletak di utara Iran, sedangkan di selatan dekat Uni Emirat Arab dan Oman.

Di masa lalu, Iran telah mengancam akan menutup selat tersebut, namun seruan tersebut tidak pernah dilaksanakan hingga saat ini.

Jika Iran benar-benar ingin menutup selat itu, Iran harus menempuh jalan yang panjang.

Penutupan tersebut harus mendapat dukungan parlemen dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Setelah itu, DPR harus mengesahkan undang-undang mengenai hal tersebut.

Anggota Komisi Keamanan Nasional Esmail Kosari mengatakan lembaga legislatif mempunyai sikap yang sama terkait penutupan Selat Hormuz.

“Untuk saat ini kami telah menyimpulkan bahwa kami harus menutup Selat Hormuz, namun keputusan akhir mengenai masalah ini adalah tanggung jawab Dewan Keamanan Nasional Tertinggi,” kata Kosari seperti dikutip. Al Jazeera.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi belum memberikan jawaban tegas terkait sikap yang akan diambil pemerintah.

“Iran punya berbagai pilihan,” ujarnya, Minggu (25/1).

[Gambas:Video CNN]

Penutupan Selat Hormuz tentu akan berdampak pada Iran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan mengatakan jika hal ini terus berlanjut, maka hal tersebut merupakan bunuh diri ekonomi.

Penutupan Hormuz juga menyeret negara-negara Arab berperang demi melindungi kepentingan komersial mereka. Selain itu, penutupan pemerintahan juga akan merugikan Tiongkok.

Tiongkok membeli hampir 90 persen ekspor minyak Iran atau sekitar 1,6 juta barel per hari.

Selain menutup selat tersebut, Iran juga bisa saja mencoba memasang ranjau di sana. Prajurit atau pasukan cadangan Korps Angkatan Bersenjata (IRGC) dapat melancarkan serangan atau menyita kapal di perairan tersebut.

(isa/rds)