Berita Posisi Polri di Bawah Presiden Dinilai Sudah Tepat-Sesuai Konstitusi

by
Berita Posisi Polri di Bawah Presiden Dinilai Sudah Tepat-Sesuai Konstitusi


Jakarta, Pahami.id

Penjaga Pondok Pesantren Al-Qur’an KH Zaimul Umam Nursalim alias Gus Uman mendukung sikap tersebut. Kepolisian Nasional tetap berada di bawah Presiden dan tidak berada di bawah Kementerian.

Gus Umam menilai sikap Polri yang kini bertanggung jawab langsung kepada Presiden sudah tepat dan tidak perlu diubah. Menurut dia, kedudukan Polri di bawah Presiden juga merupakan salah satu amanat yang tertuang dalam konstitusi.

“Kami melihat posisi Polri di bawah presiden sangat tepat dan itu bagian dari upaya konstitusional,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/1).


Menurutnya, situasi saat ini juga sejalan dengan prinsip maslahah ‘ammah yang menjadi landasan utama menjaga jiwa, harta, akal, agama, dan kehormatan seluruh umat.

Dalam perspektif Islam, kata dia, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan prasyarat utama terciptanya kehidupan bermasyarakat yang damai, tegaknya keadilan, serta berkembangnya dakwah dan pendidikan.

Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara Presiden sebagai kepala negara dan pemerintah serta Polri sangat diperlukan guna mewujudkan stabilitas negara dan supremasi hukum, ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menolak gagasan Polri berada di bawah kementerian dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR.

Kata Sigit, menempatkan Polri di bawah kementerian sama saja dengan melemahkan institusi Polri, negara, bahkan Presiden.

Oleh karena itu, jika ada pilihan apakah polisi tetap di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden tapi ada menteri kepolisian, saya memilih memecat Irjen Polisi saja, ”ujarnya.

Sigit pun mengaku mendapat pesan yang menawarkan dirinya menjadi menteri kepolisian. Bahkan jenderal bintang empat itu menegaskan, lebih baik menjadi petani daripada menjadi menteri kepolisian.

“Saya menolak polisi berada di bawah kementerian, kalaupun saya menteri kepolisian, lebih baik saya menjadi petani,” ujarnya.

(tfq/tidak)