Berita Polda Metro Janji Profesional Tangani Laporan soal ‘Mens Rea’ Pandji

by
Berita Polda Metro Janji Profesional Tangani Laporan soal ‘Mens Rea’ Pandji


Jakarta, Pahami.id

Polda Metro Jaya berjanji akan menangani pemberitaan komik tersebut Pandji Pragiwaksono dilakukan secara profesional.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, setiap tahapan penyidikan laporan terhadap Pandji terkait peristiwa ‘Mens Rea’ akan didasarkan pada fakta hukum dan alat bukti yang sah untuk menjamin rasa keadilan bagi semua pihak.

Polda Metro Jaya akan profesional, proporsional, dan transparan dalam proses penanganan kasus ini, kata Budi dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (10/1), dikutip dari detikcom.


Budi Hermanto mengatakan, laporan tersebut sudah diterima Polda Metro Jaya. Sebagai langkah awal, polisi akan meminta penjelasan dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah selaku pelapor.

Budi memastikan setiap tahapan penyidikan didasarkan pada fakta hukum dan bukti-bukti yang sah untuk menjamin rasa keadilan bagi semua pihak.

Nantinya, polisi juga akan menganalisis barang bukti yang menyertainya, mulai dari flash disk rekaman percakapan tersebut serta tangkapan layar atau gambar.

Penyidik ​​dan penyidik ​​akan mengundang penjelasan kepada wartawan. Mereka juga akan menganalisis bukti-bukti aktivitas percakapan rekaman flash disk tersebut, tangkapan layar aktivitas gambar tersebut dan ini akan dianalisis, kata Budi.

Lebih lanjut, Budi Hermanto meminta masyarakat tidak bias dalam menyampaikan informasi. Dia memastikan Polda Metro Jaya profesional, proporsional, dan transparan dalam menangani kasus ini.

Sebelumnya, laporan terhadap Pandji diajukan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Perikatan Muda Muhammadiyah dan terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 8 Januari 2026.

Jurnalis berinisial RARW menilai materi stand up comedy Pandji berpotensi memecah belah dan menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan muda NU dan Muhammadiyah.

Di sisi lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sama-sama menyatakan laporan terhadap Pandji bukan representasi organisasinya.

“Representasi PBNU jelas tidak seperti itu. Kita butuh banyak tawa di negeri ini. Sayang sekali kalau komedian yang membuat banyak orang tertawa harus dilaporkan ke pihak berwajib. Humor itu intinya,” kata Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, dalam keterangan resmi.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan, laporan Aliansi Pemuda Muhammadiyah terkait komedian Pandji Pragiwaksono bukanlah sikap resmi organisasi tersebut.

Muhammadiyah menekankan kedudukannya sebagai organisasi yang menjunjung tinggi prinsip kesusilaan masyarakat dan menyelesaikan permasalahan secara arif dan bijaksana.

“Tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Perikatan Muda Muhammadiyah bukanlah jabatan resmi, juga bukan amanat Persyarikatan Muhammadiyah,” kata Ketua Dewan Kader dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan.

Baca selengkapnya Di Sini.

(lom/hari)