Berita PM Houthi Ahmed Ghaleb Nasser Tewas dalam Serangan Israel ke Yaman

by
Berita PM Houthi Ahmed Ghaleb Nasser Tewas dalam Serangan Israel ke Yaman


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri (PM) Pemerintah Houthi Ahmed Ghaaleb Nasser al-Rahawi Terbunuh Dalam serangan udara Israel Ke Sanaa, Yaman, awal pekan ini.

Kematian Nasser diumumkan oleh militer Houthi hari ini. Serangan negara Zionis juga membunuh dan melukai pejabat tinggi lainnya.

“Kami mengumumkan kejatuhan pejuang Ahmed Ghaaleb Nasser Al-Rahawi … bersama dengan beberapa menteri, karena mereka adalah sasaran musuh kriminal Israel yang berbahaya,” kata Houthi, AFP, Sabtu (8/30).


“Lainnya di antara rekan -rekan mereka menderita cedera sedang dan telah menerima perawatan medis sejak Kamis malam,” tambah Houthi.

Sebelumnya, tentara Israel menyerbu wilayah Sanaa, ibukota yang dikendalikan oleh Houthi Kamis lalu. Pasukan Israel “menyerang sasaran militer rezim teroris Houthi,” kata tentara Israel pada saat itu.

Milisi Houthi telah mendominasi sebagian besar wilayah Yaman, yang telah dilanda perang sejak 2014.

Sejak Israel meluncurkan invasi Jalur Gaza, Palestina, pada Oktober 2023, Yaman Houthi dan milisi Hizbullah di Lebanon terus melepaskan rudal ke Israel sebagai bentuk persatuan dengan Hamas Palestina.

Houthi juga berulang kali menyerang kapal komersial di Laut Merah yang terkait dengan Israel.

Israel telah menewaskan lebih dari 18.000 anak atau satu anak setiap jam, sejak awal pembantaian di Gaza. Setidaknya 60.933 warga Palestina telah terbunuh dan 150.027 lainnya telah terluka oleh pembunuhan Israel sejak 7 Oktober 2023.

Israel telah menutup persimpangan Gaza sejak 2 Maret, hanya memungkinkan 86 truk bantuan untuk memasuki daerah yang dikelilingi setiap hari. Jumlah ini setara dengan hanya 14 persen dari minimal 600 truk yang dibutuhkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar populasi, menurut data dari kantor media pemerintah Gaza.

Kurangnya AIDS karena blokade kejahatan Israel telah menyebabkan kelaparan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza.

Pakar PBB dan lebih dari 150 organisasi kemanusiaan telah meminta gencatan senjata permanen, untuk memungkinkan pengiriman bantuan psikologis dan pemulihan dari apa yang mereka sebut “generasi yang hilang”.

(PTA)