Berita Perkuat MBG di Hari Gizi Nasional 2026, Hutama Karya Bangun 80 SPPG

by
Berita Perkuat MBG di Hari Gizi Nasional 2026, Hutama Karya Bangun 80 SPPG


Jakarta, Pahami.id

Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 25 Januari kembali menegaskan pesan dasar bahwa kesehatan masyarakat diawali dengan pemberian pola makan seimbang.

Mengusung tema “Memenuhi Pola Makan Seimbang dari Pangan Lokal”, HGN tahun ini menekankan pentingnya gizi sebagai pekerjaan berkelanjutan yang memerlukan dukungan sistem, bukan sekedar kampanye.

Dalam konteks ini, PT Hutama Karya (Persero) mengambil peran strategis dengan menyediakan infrastruktur Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penguat Program Pangan Bergizi Gratis (MBG).


Peran tersebut diemban Hutama Karya sebagai mitra Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional (BGN), sekaligus mendukung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam menyediakan sarana dan prasarana pelayanan gizi di daerah.

Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary Hutama Karya, Mardiansyah mengatakan, pemenuhan nutrisi memerlukan fasilitas layanan yang terorganisir dan memadai, untuk mendukung layanan MBG di wilayah tersebut.

“Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya membangun 80 titik SPPG yang tersebar di tujuh wilayah. Sebarannya meliputi Aceh (4 titik), Sumut (35 titik), Sumbar (12 titik), Riau (6 titik), Kepulauan Anambas (1 titik), Jambi (15 titik), dan Sumsel (7 titik),” ujarnya.

Di lapangan, pekerjaan dilakukan bersamaan dengan persiapan kelompok. Strategi ini membantu memastikan pengadaan material, pergerakan tenaga kerja, dan penggunaan peralatan yang lebih efisien di daerah terpencil.

Sedangkan dari segi kenyamanan, SPPG didesain untuk menunjang operasional pelayanan dapur sehari-hari. Pada bangunan induk, spesifikasinya mengedepankan kebersihan melalui penggunaan dinding panel sandwich dengan lapisan antibakteri, serta cladding stainless steel pada area memasak.

Sistem pengudaraan juga disediakan melalui unit pemasukan dan pembuangan udara, termasuk kitchen hood, sehingga sirkulasi di ruang kerja tetap terjaga.

HGN 2026 juga memberikan konteks yang lebih luas. Peringatan ini dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan sebagai gerakan edukasi masyarakat.

Oleh karena itu, keterlibatan lintas institusi sangatlah penting. Dalam hal ini, sinergi Kementerian Kesehatan, BGN, Kementerian Pekerjaan Umum, dan mitra pelaksana seperti Hutama Karya menunjukkan bahwa pelayanan gizi tidak berdiri sendiri.

Ada infrastruktur yang harus disediakan, sebelum layanan bisa berjalan stabil dan menjangkau lebih banyak penerima. Penting untuk memastikan bahwa program gizi nasional berkelanjutan dan berdampak.

(dalam)