Jakarta, Pahami.id –
Ketua Panci Zulkifli Hasan (Zulhas) mengingatkan anggota DPR Dan DPRD dari partainya untuk bertindak, melihat dan berbicara sesuai.
Peringatan itu dikirimkan melalui ketua publik yang diunggah ke akun Pan @amanatnational Instagram pada hari Sabtu (8/30).
“Peka terhadap situasi, penuh empati, jangan membungkuk, jangan sombong,” jadi isi pengkhianatan Zulhas kepada anggota parlemen.
Dia juga meminta anggota DPR dan DPRD dari faksi -faksi pan untuk rendah hati mendengarkan aspirasi mereka dan menanggapi kritik publik.
“Anggota National Mandate Hands dan DPRD harus siap untuk mengevaluasi status, posisi, manfaat, dan fasilitas,” kata Zulhas.
Demonstrasi terjadi di kota -kota seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, Solo, Kediri ke Yogyakarta. Demonstrasi itu panas setelah bentrokan dengan polisi.
Aspirasi yang membawa demonstrasi awal pada penolakan Anggota Parlemen Indonesia seharga Rp50 juta per bulan. Namun, kondisinya dipanaskan dan demonstrasi diperpanjang setelah kematian Affan Kurniawan. Pengemudi Oul Online (OJU) meninggal setelah dioperasikan oleh kendaraan taktis brimobal.
Di tengah situasi demo, rumah -rumah beberapa anggota DPR ditargetkan oleh Amuk. Rumah mereka diserang sampai lapisan barang. Beberapa rumah Dewan Perwakilan Rakyat dikunjungi oleh publik termasuk kediaman Uya Kuya dan Eko Patrio. Keduanya adalah anggota faksi Pan.
(PTA)