Sejumlah warga Palestina dievakuasi untuk berobat dengan meninggalkan Jalur Gaza melalui perbatasan Rafah, Senin (2/2).
Mereka terdiri dari korban luka dan pasien sakit akibat invasi brutal Israel ke Jalur Gaza selama perang.
Israel baru saja membuka kembali perbatasan antara Gaza dan Mesir dengan akses lalu lintas yang terbatas.
Sebelumnya, penutupan perbatasan yang dilakukan Israel memutus akses masyarakat sakit terhadap layanan kesehatan di luar Gaza.
Tahun lalu, hanya beberapa ribu pasien yang diizinkan keluar melalui jalur alternatif di Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan, setidaknya 20 ribu pasien, termasuk anak-anak dan pasien kanker, masih menunggu proses pemindahan medis.

