Jakarta, Pahami.id —
Sebanyak 80 warga Komplek Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, masih mengungsi akibat kejadian tersebut. banjir yang belum surut hingga Kamis (15/1). Selimut dan pakaian yang sesuai merupakan kebutuhan mendesak bagi para pengungsi.
Posko pengungsian yang terletak di Balai Warga RW03, Perumahan Taman Cikande menampung puluhan warga terdampak banjir.
Puluhan pengungsi yang terdiri dari anak-anak, dewasa, dan lansia sibuk dengan aktivitas masing-masing. Suasana pengungsian dipenuhi suara orang berbincang dan anak-anak yang asyik bermain.
Seorang pengungsi bernama Iis (40) mengatakan, selimut dan pakaian layak pakai merupakan kebutuhan mendesak yang dibutuhkan pengungsi saat ini.
“Yang kami butuhkan hanyalah selimut karena di sini dingin sekali, dan kami juga membutuhkan pakaian, karena yang kami miliki tidak kering,” kata Iis di lokasi pengungsian.
Sementara itu, Ketua RW 03 Perumahan Taman Cikande, Victor Silaen mengatakan, warga telah menyediakan dapur umum secara cuma-cuma untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.
Ia mengatakan, ketersediaan logistik di dapur umum masih mencukupi hingga tiga hari ke depan. Selain itu juga disediakan susu bayi dan popok serta obat-obatan untuk lansia.
Lalu ada tim medis, kemarin obat-obatan juga dari Puskesmas, ujarnya.
Selain itu, Victor mengungkapkan, situasi banjir di Perumahan Taman Cikande belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Banjir Sungai Cidurian merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian berkisar antara 70 sentimeter hingga 2 meter. Sebanyak 222 KK terdampak banjir.
“Mudah-mudahan pemerintah mulai dari mukim, bupati, gubernur, presiden mendengar perlunya tanggul untuk mencegah air sungai masuk ke pemukiman warga,” harapnya.
Sekadar informasi, banjir di Perumahan Taman Cikande sudah berlangsung selama empat hari terhitung Senin (12/1) hingga Kamis (15/1).
(fra/dod/fra)

