Berita Pengemudi Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari Tak Punya SIM dan STNK

by
Berita Pengemudi Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari Tak Punya SIM dan STNK


Jakarta, Pahami.id

POLISI kembali terungkap fakta baru terkait kasus Hafiz Mahendra (25) yang mengendarai Toyota Calya ugal-ugalan dan melawan arah di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Saat kejadian, Hafiz rupanya tidak membawa SIM dan STNK.

Memang benar STNK dan SIM belum ditemukan, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Kamis (26/2).

Budi mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk, mengusut dugaan pelanggaran pidana umum menyusul ditemukannya senjata api mainan (senpi) dan senjata tajam seperti parang dan badik di dalam mobil pelaku.


Diketahui, Hafiz ditetapkan sebagai tersangka karena mengemudi ugal-ugalan dan melanggar instruksi. Dia dijerat Pasal 311 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman empat tahun penjara dan denda Rp8 juta.

Sebelumnya, aksi nekat tersebut terekam dalam video dan viral di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @jakarta.terkini.

Dalam video yang diunggah, terlihat mobil melaju berlawanan arah di tengah arus lalu lintas yang relatif padat. Seorang petugas polisi juga terlihat berusaha menghentikan kendaraan tersebut.

Masih dalam video, terlihat petugas polisi menembakkan senjata ke atas sebagai bentuk peringatan agar mobil berhenti.

Namun alih-alih berhenti, pengemudi mobil malah terus menginjak oli hingga menabrak beberapa kendaraan lain mulai dari sepeda motor hingga mobil.

Tindakan pengemudi tersebut memancing kemarahan warga sekitar. Terlihat warga mengejar mobil sambil memukulkan helmnya ke kendaraan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kompol Reynold Hutagalung mengatakan, pengemudi tersebut bertindak keras kepala dan melanggar perintah karena kedapatan menggunakan plat nomor palsu. Katanya, sang sopir langsung kabur saat dihentikan anggota.

“Dia diduga menggunakan plat nomor palsu di Jalan Gunung Sahari, dan saat itu dihentikan oleh anggota Aiptu Basri dan Aipda Jimber,” kata Reynold.

Sehingga mereka takut dan lari lalu masuk ke Jalan Gunung Sahari dan melaju berlawanan arah dari selatan ke utara, lanjutnya.

(des/dal)