Berita Pelawak Jerman Dikecam usai Coba Kibarkan Bendera AS di Greenland

by
Berita Pelawak Jerman Dikecam usai Coba Kibarkan Bendera AS di Greenland


Jakarta, Pahami.id

Pemerintah Tanah penggembalaan marah setelah seorang komedian asal Jerman mencoba mengibarkan bendera Amerika Serikat di ibu kota Nuuk.

Avaaraq Olsen, Wali Kota Kommuneqarfik Sermersooq yang mencakup Nuuk, mengatakan tindakan Maxi Schafroth (41) yang mencoba mengibarkan bendera AS di tiang bendera dekat pusat kebudayaan Greenland sama sekali tidak lucu.


Dia menekankan bahwa tindakan ini berbahaya dan mengkhawatirkan seluruh warga Greenland.

“Mengibarkan bendera di pusat kebudayaan ibu kota kita, bendera negara adidaya militer yang selama berminggu-minggu mengisyaratkan penggunaan kekuatan militer terhadap negara kita, sama sekali tidak lucu,” kata Olsen dalam pernyataannya, seperti dikutip AFP, Kamis (29/1).

“Ini tidak lucu. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Olsen mengatakan banyak warga, terutama anak-anak, yang khawatir dengan kondisi Greenland saat ini.

“Ketika Anda memperbesar rasa takut demi konten, wawasan, atau tawa, Anda tidak berani atau kreatif,” kata Olsen.

“Anda menambah penderitaan populasi yang sudah rentan… Jadi berhentilah sejenak sebelum syuting. Pikirkan baik-baik sebelum Anda melakukan sesuatu yang ‘lucu’,” lanjutnya.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintahan Greenland berada dalam kekacauan menyusul ancaman aneksasi dari Presiden AS Donald Trump. Setelah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump kembali menegaskan ambisinya untuk merebut Greenland, pulau kaya mineral terbesar di dunia.

Trump menganggap Greenland penting bagi keamanan nasional AS. Menurut Trump, Rusia dan China ingin merebut pulau tersebut sehingga AS harus selangkah lebih maju.

Ambisi Trump untuk wilayah otonom Denmark telah memicu krisis paling serius dalam sejarah NATO sejak blok tersebut didirikan pada tahun 1949.

Sikap Trump terhadap Greenland sendiri mulai membaik setelah Denmark dan Greenland memulai pembicaraan dengannya.

Maxi Schafroth adalah seorang pembuat konten dan komedian asal Jerman yang terkenal dengan keterlibatannya dalam program satir “Extra Drei”.

Program ini disiarkan oleh saluran NDR dan ditonton lebih dari satu juta orang.

Dalam pernyataannya kepada Der Spiegel Jerman dan kantor berita Ritzau, NDR menyatakan “penyesalannya” atas tindakan Schafroth.

(blq/rds)