Jakarta, Pahami.id —
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi IranAli Larijani memberikan peringatan keras ini kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel karena terus menyerang berbagai sasaran di seluruh negeri.
“Tentara pemberani dan bangsa besar Iran akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada para penindas internasional yang keji,” katanya, menurut kantor berita resmi IRNA, seperti dikutip Al JazeeraMinggu (1/3).
Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap AS sejak Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian menjadi sasaran utama serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2).
Lebih dari 20 dari 31 provinsi Iran menjadi sasaran serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.
Hal ini diumumkan oleh Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran (IRCS), sebuah organisasi kemanusiaan nirlaba yang berafiliasi dengan Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).
Faktanya, serangan gabungan AS dan Israel menewaskan lebih dari 50 siswa sekolah dasar di Iran. Serangan pada Sabtu pagi terjadi di sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, provinsi Hormozgan selatan. Para korban berusia antara tujuh dan 12 tahun, menurut kantor berita Iran Tasnim dan Fars.
Serangan udara di sekolah tersebut menyebabkan banyak orang di dalam gedung terjebak di bawah reruntuhan, menurut sumber di lapangan.
Sebagai tanggapan, Iran juga melancarkan serangan balik yang menargetkan beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah. Serangan balik tersebut menyasar beberapa titik di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Yordania.
(Wow)

