Berita PBB Buka Suara soal Trump Tarik AS Keluar 66 Organisasi Internasional

by
Berita PBB Buka Suara soal Trump Tarik AS Keluar 66 Organisasi Internasional


Jakarta, Pahami.id

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara setelah Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat dari 35 organisasi non-pemerintah dan 31 badan PBB.

Tanggapan tersebut disampaikan Juru Bicara Guterres, Stephane Dujarric, dalam siaran resmi, Kamis (8/1).


“Sekjen menyayangkan pengumuman Gedung Putih terkait keputusan Amerika Serikat menarik diri dari beberapa entitas PBB,” kata Dujarric.

Ia kemudian menjelaskan bahwa setiap negara anggota PBB termasuk Amerika Serikat harus memberikan kontribusi anggaran sebagai upaya menjaga perdamaian di dunia.

“Seperti yang telah kami tekankan secara konsisten, kontribusi wajib (kontribusi yang dinilai) terhadap anggaran permanen PBB dan anggaran pemeliharaan perdamaian, sebagaimana disetujui oleh Majelis Umum, merupakan kewajiban hukum berdasarkan Piagam PBB untuk semua Negara Anggota, termasuk Amerika Serikat,” kata Dujarric.

Meskipun AS telah mengumumkan hal tersebut, juru bicara tersebut menekankan bahwa semua entitas PBB akan terus melaksanakan mandat yang diberikan oleh negara-negara anggota.

PBB, lanjut Dujarric, juga mempunyai tanggung jawab untuk memberikan hasil bagi mereka yang bergantung pada organisasi ini.

“Kami akan terus menjalankan amanah kami dengan penuh ketekunan,” ujarnya.

Pada hari Rabu, Trump menandatangani dekrit yang menarik AS dari puluhan organisasi tersebut.

Gedung Putih kemudian mengutarakan alasan Trump mengambil keputusan tersebut. Menurut mereka, keanggotaan AS di lembaga internasional tersebut bertentangan dengan kepentingan nasional Amerika.

Lusinan organisasi ini juga mendorong kebijakan iklim radikal, tata kelola global, dan agenda ideologis yang bertentangan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi AS.

“Penarikan ini akan mengakhiri pendanaan pembayar pajak Amerika dan keterlibatan dalam entitas yang memajukan agenda globalis dibandingkan prioritas AS, atau yang menangani isu-isu penting secara tidak efisien dan efektif sehingga dana publik AS dialokasikan dengan lebih baik untuk mendukung misi terkait lainnya,” kata Gedung Putih.

Beberapa badan PBB antara lain Departemen Ekonomi dan Sosial; Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (ECOSOC); Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik; Komisi Hukum Internasional; Mekanisme Limbah Internasional untuk Peradilan Pidana; dan Pusat Perdagangan Internasional.

(isa/rds)