Berita Netanyahu ke AS Temui Trump Pekan Ini, Bahas Rencana Serang Iran?

by
Berita Netanyahu ke AS Temui Trump Pekan Ini, Bahas Rencana Serang Iran?


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu pergi ke Washington minggu ini untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Netanyahu berencana untuk membahas kemungkinan opsi militer terhadap Iran, di tengah pembicaraan AS-Iran yang sedang berlangsung.

Menurut salah satu sumber yang angkat bicara CNNNetanyahu akan memberikan informasi intelijen terbarunya mengenai kemampuan militer Iran. Sejak awal Israel sangat khawatir dengan kekuatan Iran.


“Israel prihatin dengan kemajuan Iran dalam memulihkan persediaan dan kemampuan rudal balistiknya ke status sebelum perang 12 hari,” kata sumber itu.

Israel, katanya, yakin Iran bisa memiliki 1.800-2.000 rudal balistik dalam waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Oleh karena itu, Netanyahu ingin segera mengambil tindakan.

CNN tidak dapat mengkonfirmasi laporan tersebut.

Dalam keterangannya, Netanyahu mengaku agenda pertemuannya dengan Trump akan membahas serangkaian isu, mulai dari Jalur Gaza, Timur Tengah, hingga perundingan nuklir AS-Iran.

“Saya akan menyampaikan kepada Presiden pandangan kami mengenai prinsip-prinsip penting perundingan, prinsip-prinsip yang kami anggap sangat penting tidak hanya bagi Israel tetapi juga bagi siapa pun di dunia yang menginginkan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah,” kata Netanyahu.

Pertemuan Netanyahu-Trump direncanakan setelah perundingan pertama AS-Iran digelar Jumat (6/2) lalu di Oman.

Israel berusaha menekan AS untuk memastikan bahwa kesepakatan yang dinegosiasikan mencakup penyerahan persediaan uranium Iran, penghentian program pengayaan uraniumnya, pembatasan produksi rudal balistik, dan diakhirinya dukungan Iran terhadap proksinya.

Sementara itu, Iran menegaskan perundingan tersebut hanya akan fokus pada isu nuklir. Iran menolak membicarakan hal lain, apalagi rudal balistik.

Dalam wawancara dengan Axios pada Selasa (10/2), Trump mengatakan serangan militer terhadap Iran sangat mungkin terjadi jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan. Trump bahkan terang-terangan menyatakan sedang mempertimbangkan untuk menempatkan kapal induk AS lainnya di sekitar Iran.

“Kami memiliki armada yang menuju ke sana dan armada lainnya mungkin akan menyusul,” kata Trump.

Seorang pejabat AS membenarkan memang ada diskusi mengenai pengiriman kapal induk kedua saat ini. Jika memang dikirim, kelompok penyerang kapal induk tersebut akan bergabung dan memperkuat USS Abraham Lincoln yang telah bersiaga sejak Januari lalu.

(blq/dna)