Jakarta, Pahami.id —
Negara tetangga Indonesia, Thailandmendesak Iran untuk mengizinkan delapan kapal yang terdampar itu melewatinya Selat Hormuz dengan aman.
Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri BRICS di New Delhi, India, pada Kamis (15/5).
Menurut laporan media lokal Thailand, Sihasak mengungkapkan keprihatinannya mengenai konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap perekonomian global selama pembicaraan informal dengan Araghchi.
Menteri Luar Negeri Thailand juga secara khusus menekankan “pembatasan navigasi yang diterapkan di Selat Hormuz dan menyebabkan banyak kapal dari berbagai negara ditahan,” laporan media mengutip pernyataannya. Agensi AnadoluSabtu (16/5).
Sementara itu, Araghchi mengaku memahami kekhawatiran Thailand dan optimistis membuka jalur pelayaran penting tersebut.
Araghchi kemudian mengatakan sanksi akan dicabut setelah kesepakatan damai tercapai antara Iran dan AS.
Dalam kesempatan tersebut, Sihasak juga menegaskan bahwa Thailand akan mengirimkan bantuan medis dan kemanusiaan ke Iran melalui Oman.
Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz, menjadi perhatian global setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari.
Hari itu, Iran bergegas melancarkan serangan balik terhadap aset militer AS di negara-negara Teluk dan Israel.
Sebagai bagian dari pembalasan dan upaya menekan perekonomian musuhnya, Iran menutup Selat Hormuz pada 2 Maret. Ketegangan di jalur global ini semakin meningkat setelah AS ikut memblokir kapal-kapal yang menuju dan dari pelabuhan Iran.
(Minggu/Senin)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

