Berita Negara Ini Naikkan Pajak Demi Bayar Utang, Berujung Demo Mematikan

by
Berita Negara Ini Naikkan Pajak Demi Bayar Utang, Berujung Demo Mematikan


Jakarta, Pahami.id

Demonstrasi peningkatan pajak sering terjadi di beberapa negara. Tetapi demonstrasi kenaikan pajak Alis Itu berakhir secara tragis, karena menyebabkan 30 peserta mati.

Pada tahun 2024, demo Kenya dipicu oleh kenaikan pajak yang signifikan, yang membuat orang -orangnya marah.


Pemerintah Kenya berpendapat bahwa kenaikan pajak diperlukan untuk membayar utang negara besar sekitar 10 triliun shilling (sekitar Rp1.275 triliun), setara dengan sekitar 70 persen dari PDB.

Dana Internasional yang berbasis di Washington (IMF) telah meminta negara tersebut untuk mengimplementasikan reformasi fiskal untuk mengakses pembiayaan penting dari peminjam internasional. Tetapi kenaikan pajak telah menyulitkan rakyat. Warga juga menunjukkan kedamaian.

Tetapi alih -alih mendengar keluhan penduduk, pemerintah juga menurunkan karyawannya untuk menghancurkan pengunjuk rasa.

Menurut Human Rights Watch (HRW), 30 orang tewas dalam memprotes kebijakan perpajakan pemerintah di Kenya, Afrika Timur.

Disebutkan dari AFP, HRW mengatakan pasukan keamanan melakukan penembakan acak, menyebabkan lusinan orang yang terluka.

“Pasukan keamanan Kenya ditembak secara langsung dalam ejekan pengunjuk rasa pada hari Selasa, 25 Juni 2024, termasuk para pengunjuk rasa pelarian,” kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan.

HRW menyatakan bahwa data orang -orang yang meninggal diketahui dari pernyataan saksi, informasi yang tersedia untuk catatan publik, rumah sakit, dan mayat di Nairobi.

Direktur Asosiasi Afrika di Human Rights Watch Otieno Namwaya menilai bahwa penembakan buta ini harus diproses secara hukum.

“Menembak langsung ke publik tanpa alasan yang jelas, termasuk ketika pengunjuk rasa mencoba melarikan diri, itu tidak dapat diterima berdasarkan Kenya dan hukum internasional,” kata Namwaya.

“Pemerintah Kenya perlu menjelaskan kepada pasukannya bahwa mereka harus melindungi demonstrasi perdamaian dan kekebalan terhadap kekerasan polisi tidak lagi dapat diterima,” katanya.

Sementara itu, Komisi Hak Asasi Manusia Nasional (Komnas Ham) Kenya menyatakan bahwa ada 22 kematian dan 300 terluka. Komnas Ham juga mengklaim bahwa ia akan membuka penyelidikan atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dalam insiden tersebut

(IMF/DNA)