Daftar Isi
Jakarta, Pahami.id –
Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Unpasti akan pergi Cina Minggu depan untuk menghadiri Parade Militer Beijing.
Sementara itu, sekelompok siswa Malaysia mengadakan demonstrasi di depan kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur, sebagai bentuk persatuan pada demonstrasi yang memprotes peningkatan tunjangan untuk anggota parlemen Indonesia.
Berikut ulasan di International Flash Today, Jumat (29/8).
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan terbang ke Cina pada 3 September.
Kedatangan Kim dan Putin ke Cina untuk memenuhi undangan Presiden Tiongkok Xi Jinping, menghadiri pawai militer besar di Beijing,
Parade “Hari Kemenangan” China akan diadakan pada 3 September. Pada hari itu, Presiden Xi Jinping akan melihat puluhan ribu tentara di bidang Tiananmen dengan pejabat asing dan pemimpin senior Tiongkok.
Rusia melancarkan serangan besar -besaran di beberapa daerah Ukraina termasuk ibukota Kyiv pada hari Kamis (8/28) di pagi hari.
Ukraina melaporkan 629 drone sampai rudal Rusia mencapai beberapa daerah termasuk Kyiv untuk membunuh 10 orang. Ini adalah serangan terbesar kedua Rusia sejak meluncurkan intrusi pada Februari 2022.
Pasukan Ukraina melaporkan bahwa Rusia telah meluncurkan 598 bahan peledak dan 31 rudal, termasuk dua rudal hipersonik Kinzhal dan sembilan rudal balistik.
Presiden Dewan Uni Eropa Antonio Costa mengatakan salah satu perwakilan kantor telah rusak oleh serangan Rusia di Kyiv.
Sekelompok siswa Malaysia bersama dengan Asosiasi Masyarakat Sipil mengadakan demonstrasi persatuan di depan kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur pada Senin (8/25) malam.
Tindakan, yang dimulai pada 20.30 waktu setempat diadakan sebagai bentuk persatuan pada demonstrasi yang memprotes peningkatan tunjangan untuk anggota parlemen Indonesia pada hari Senin (25/8) yang mengakibatkan penangkapan hampir 400 pedemo.
Tindakan ini didorong oleh Aliansi Liga Mahasiswa Malaysia dengan Organisasi Komunitas Madani. Mereka menyatakan keberatan atas tindakan kuat petugas polisi Indonesia kepada pengunjuk rasa.
(Tim/DNA)