Berita Mojtaba Khamenei Larang Keras Uranium Iran Dibawa ke Luar Negeri

by
Berita Mojtaba Khamenei Larang Keras Uranium Iran Dibawa ke Luar Negeri


Jakarta, Pahami.id

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba KhameneSaya dikatakan telah memesan uranium Iran mereka yang sudah diperkaya tidak bisa dikirim ke luar negeri.

Dua sumber senior Iran mengatakan hal ini terjadi ketika negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sedang diperjuangkan oleh mediator.


“Arahan Pemimpin Tertinggi, dan konsensus di pemerintahan, adalah bahwa uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini,” salah satu dari dua sumber tersebut mengatakan kepada Reuters.

Menurut kedua sumber tersebut, para pejabat tinggi Iran percaya bahwa pengiriman uranium ke luar negeri akan membuat Iran lebih rentan terhadap serangan Amerika dan Israel di masa depan.

Uranium Iran menjadi salah satu topik hangat perundingan yang masih menemui jalan buntu. AS ingin menghancurkan material tersebut karena khawatir Iran akan menggunakannya untuk memproduksi senjata nuklir.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memperkirakan uranium Iran telah diperkaya hingga 60 persen, hampir mencapai tingkat produksi senjata nuklir sebesar 90 persen.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (21/5) menegaskan tidak akan mengizinkan Iran menyimpan uranium yang diperkaya.

“Kami akan mendapatkannya. Kami tidak membutuhkannya, kami tidak menginginkannya. Kami mungkin akan menghancurkannya segera setelah kami mendapatkannya. Kami tidak akan membiarkan mereka memilikinya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Para pejabat Israel juga mengatakan kepada Reuters bahwa Trump telah meyakinkan Tel Aviv bahwa mereka akan mengirimkan uranium Iran yang telah diperkaya keluar dari Teheran.

Namun, sejak awal Iran hanya bersedia mengurangi tingkat pengayaan uraniumnya ketimbang menyerahkannya kepada pihak asing.

Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales menanggapi laporan Reuters dengan menegaskan bahwa Trump “telah jelas mengenai perbatasan Amerika Serikat dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika.”

Sementara Kementerian Luar Negeri Iran menolak berkomentar.

AS dan Iran saat ini masih terikat oleh gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April. Kedua negara telah mengadakan beberapa putaran perundingan perdamaian tetapi tidak membuahkan hasil.

Embargo Iran terhadap Selat Hormuz masih berlaku, begitu pula embargo AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Menurut dua sumber Iran, Teheran mencurigai penghentian pertempuran merupakan taktik Washington untuk menciptakan rasa aman sebelum melanjutkan serangan.

Kedua sumber tersebut mengatakan AS dan Iran sudah mulai mempersempit perbedaan mereka. Namun, perpecahan yang lebih mendalam masih terjadi mengenai program nuklir Iran, termasuk nasib pengayaan uranium dan klaim Iran atas hak untuk melakukan pengayaan.

(blq/dna)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google