Jakarta, Pahami.id —
Belanda mengirim kapal penyapu ranjau HNLMS Willemstad ke Laut Mediterania dalam misi Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) dan dapat digunakan untuk Selat Hormuz jika perlu.
Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgoz-Zegerius mengatakan kapal tersebut akan bergabung dengan Satuan Tugas Maritim NATO di Laut Mediterania, dikutip dari di antara pada Kamis (28/5).
“Dari sana, jika diperlukan, kapal dapat dikerahkan ke Selat Hormuz, jalur perdagangan penting minyak dan gas,” kata Yesilgoz-Zegerius melalui akun tersebut. XRabu (27/5).
Dia mengatakan pemerintah Belanda sedang menjajaki opsi untuk mengerahkan kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz bersama sekutunya.
Pekan lalu, para pemimpin militer dari sekitar 40 negara mengadakan pembicaraan yang dipimpin oleh Inggris dan Perancis.
Pernyataan bersama usai pertemuan tersebut mengatakan misi koalisi untuk membuka kembali Selat Hormuz akan melengkapi proses diplomasi untuk menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Aksi Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap beberapa sasaran di Iran selama lebih dari 3 bulan. Serangan yang dimulai pada 28 Februari melibatkan Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil.
Meningkatnya konflik di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global.
Situasi ini juga berdampak pada ekspor dan produksi minyak, serta peningkatan harga bahan bakar dan produk industri di banyak negara.
(di dalam)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

