Berita Menlu Sugiono Terima Kasih ke 3 Negara Pulangkan 9 WNI Diculik Israel

by
Berita Menlu Sugiono Terima Kasih ke 3 Negara Pulangkan 9 WNI Diculik Israel


Jakarta, Pahami.id

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyampaikan terima kasih kepada pemerintah tiga negara yaitu Turki, Yordania dan Mesir atas bantuannya dalam memulangkan sembilan WNI (warga negara Indonesia) Relawan Armada Sumud Global (GSF) yang diculik oleh tentara Israel.

Dalam siaran persnya di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5), Sugiono secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Turki yang berupaya mengundang WNI langsung dari Ashdod, Israel.


“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Turki, Yordania dan Mesir yang turut membantu, terutama pemerintah Turki yang juga membantu mengundang saudara-saudara kita dari Ashdod,” kata Sugiono saat menyambut kedatangan WNI tersebut.

Sugiono mengatakan, pemerintah Indonesia berupaya keras berkoordinasi dan bernegosiasi dengan pihak terkait untuk membebaskan dan memulangkan sembilan WNI tersebut.

“Kami dari Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan koordinasi semua pihak yang telah bekerja keras menjamin pembebasan saudara kami,” kata Sugiono.

Sugiono dalam kesempatan itu juga kembali menegaskan kecamannya atas penculikan relawan GSF yang dilakukan tentara Israel, yang tidak dapat diterima dan jelas melanggar hukum internasional.

“Indonesia kembali mengecam tindakan yang dilakukan saudara-saudara kita yang jelas-jelas melanggar hukum internasional. Mereka adalah masyarakat sipil yang mencari bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita di Palestina,” kata Sugiono.

Kecaman tersebut juga disampaikan Kementerian Luar Negeri di Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei. Ini adalah tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh ditoleransi, ujarnya.

Sembilan WNI yang menjadi sukarelawan Global Sumud Flotilla tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada hari Minggu setelah berangkat dari Türkiye.

Kesembilan WNI tersebut sebelumnya ditahan pasukan Israel di perairan internasional saat berlayar bersama GSF menuju Jalur Gaza, Palestina, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menerobos blokade Israel.

Kesembilan WNI tersebut adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Hurricane Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo TV Rahendro Herubowo, mantan jurnalis INews Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad (GP Global Peace Convoy) Indonesia.

Dua warga Indonesia lainnya, aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi dan Maimon Herawati, juga kembali ke tanah air setelah berada di Turki untuk membantu membebaskan dan memulangkan WNI yang diculik. Maimon adalah anggota Komite Pengarah Global Sumud Flotilla dan Koordinator Komite Pengarah Konvoi Perdamaian Global Indonesia (GPCI).

Berdasarkan pengakuan sejumlah WNI yang disampaikan Chiki Fawzi, relawan GSF mengalami penyiksaan saat ditahan. Mereka ditendang, diinjak-injak, bahkan disetrum oleh Tentara Zionis.

(blq/wis)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google