Berita Menhut Tegaskan Petani Tak Kehilangan Lahan Meski Tanam Mangrove

by
Berita Menhut Tegaskan Petani Tak Kehilangan Lahan Meski Tanam Mangrove


Jakarta, Pahami.id

Menteri Kehutanan (Menteri Kehutanan) Raja Juli Antoni memastikan petani tidak kehilangan lahan jika menanam mangrove di kolamnya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan saat berdialog dengan kelompok petani tambak di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (7/2). Dalam dialog tersebut, sejumlah petani menyampaikan kekhawatiran di masyarakat bahwa pemerintah akan mengambil alih tambak setelah mangrove tumbuh.

Bohong, bohong kalau dikatakan kelompok masyarakat diajak menanam mangrove, kemudian setelah mangrove siap, pemerintah akan mengambil lahan atau kolam bapak ibu. Itu bohong, fitnah dan hasutan yang tidak benar, kata Raja Juli dalam keterangannya, Minggu (8/2).


Raja Juli mengatakan, pemerintah berkepentingan untuk memastikan masyarakat mendapat kepastian hukum atas lahan yang dikelolanya.

Raja Juli pun membeberkan pengalamannya saat menjabat Wakil Menteri ATR/BPN dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang bertujuan untuk memberikan sertifikat tanah kepada masyarakat secara massal.

“Saya dulu mantan Wakil Menteri ATR BPN, ada program PTSL, sertifikasi massal bagi masyarakat pemilik lahan. Nanti saya koordinasi dengan Pak Gubernur, kita cek kanwilnya siapa, lalu bersama rekan-rekan kehutanan di sini kita identifikasi tambak yang belum bersertifikat, yang sudah mengajukan tapi belum terbit, atau yang belum terbit sertifikatnya, ”ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sertifikat sebagai perlindungan hukum bagi petani. Menurut dia, tanpa kepastian hukum, ada risiko tanah tersebut diambil pihak lain.

“Kalau pemerintah khawatir ambil, apa boleh buat sebaliknya, bisa diambil orang lain karena ada sertifikatnya. Jadi kuasai fisik tanahnya, manfaatkan kolamnya dengan baik, dan simpan sertifikatnya,” ujarnya.

Raja Juli menilai praktik penanaman pohon bakau di area tambak merupakan contoh best practice yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Hal ini senada dengan pengalaman seorang petani bernama Herman yang mengaku mendapat manfaat dari kolam miliknya dengan menanam pohon bakau.

“Ini contoh yang patut dicontoh, dengan menanam pohon mangrove justru produktivitas Pak Herman meningkat. Kalau tambak tidak ada mangrove, lama kelamaan proses lingkungan tidak berjalan maksimal, tidak mampu menyerap karbon dan sebagainya, sehingga hasil tambak bisa menurun,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Raja Antoni juga melakukan penanaman pohon bakau dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia. Penanaman dilakukan bersama masyarakat, Kepala Kerjasama Pembangunan dan Konselor, Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia Ibu Alice Birnbaum, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang dan pejabat Kementerian Kehutanan.

(disk / mikrofon)