Berita Masuk Dalam Daftar Hitam, Israel Putus Hubungan dengan Sekjen PBB

by
Berita Masuk Dalam Daftar Hitam, Israel Putus Hubungan dengan Sekjen PBB


Jakarta, Pahami.id

Duta besar Israel untuk PBB (PBB) Danny Danon menyatakan negaranya akan memutuskan hubungan dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, setelah Tel Aviv masuk daftar hitam sebagai pelaku kekerasan seksual terhadap warga Palestina.

Dalam postingan di


“Keputusan politik! Jauh dari fakta dan kenyataan!” Danon menulis di X.

“Israel telah memutuskan untuk memutuskan semua hubungan dengan Kantor Sekretaris Jenderal PBB,” tulis Danon lagi, seperti dikutip Pemantau Timur Tengah.

Keputusan PBB ini diambil di tengah meluasnya laporan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina yang ditangkap oleh pasukan Israel. Berbagai laporan hak asasi manusia internasional menyebutkan bahwa warga Palestina diduga mengalami pelecehan dan kekerasan seksual di pusat penahanan Israel, khususnya di penjara Sde Teiman.

Laporan pelanggaran HAM ini menyebutkan bahwa korbannya adalah perempuan dan laki-laki. Mereka adalah warga Palestina dari Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Daftar hitam yang ditetapkan PBB tidak hanya menyasar Israel, tetapi juga kelompok milisi Hamas. Hamas juga dituduh menggunakan kekerasan seksual sebagai senjata perang.

Danon tak terima negaranya dituduh dan dimasukkan dalam daftar yang sama dengan Hamas. Ia juga menuduh Guterres berbohong dan bias dengan tidak menyelidiki sepenuhnya klaim terhadap Israel.

Gesekan antara Israel dan PBB sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menyatakan Guterres persona non grata, artinya dia tidak diperbolehkan datang ke Israel.

Danon dalam pernyataan yang sama menyatakan bahwa Israel kini akan memutuskan hubungan dengan PBB hingga sekretaris jenderal baru ditunjuk. Masa jabatan Guterres berakhir tahun ini.

“Israel akan menunggu sampai Sekretaris Jenderal PBB yang baru ditunjuk,” katanya.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyebut pengumuman Danon sebagai langkah “simbolis”. Ia menegaskan, pernyataan tersebut tidak akan mengubah kerja PBB dan kerja sama PBB dengan Israel.

“Kami pikir negara-negara anggota harus terlibat dan terus terlibat,” katanya Waktu New York.

Ia juga menambahkan, “keterlibatan selalu merupakan solusi yang lebih baik daripada tidak terlibat.”

(blq/dmi)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google