Jakarta, Pahami.id —
Zohran Mamdani akan dilantik menjadi walikota New York pada malam tahun baru, Kamis (1/1) di stasiun kereta bawah tanah Balai Kota yang terbengkalai.
Mamdani akan ditunjuk sebagai Jaksa Agung New York, Letitia James. Sebagai pemeluk Islam, ketika bersumpah maka ia akan meletakkan tangannya di atas Al-Quran.
Saat peresmian di stasiun kereta bawah tanah, Mamdani akan meletakkan dua buah Alquran: milik kakeknya dan sebuah Alquran kecil dari abad ke-18 atau ke-19.
Upacara kemudian dilanjutkan di Balai Kota pada pukul 13.00 waktu setempat. Di sana, Mamdani kembali dilantik oleh senator Vermont Bernie Sanders. Selama prosesi, dia akan meletakkan tangannya di atas Al-Quran milik kakek dan neneknya.
Dalam kedua upacara tersebut, Mamdani akan menggunakan total tiga buah Al-Quran.
Al Quran Kakek & Nenek
Mamdani akan menggunakan dua buah Al-Quran masing-masing milik kakek dan neneknya pada peresmian di Balai Kota atau Balai Kota New York pada hari pertama tahun baru, Jumat (1/1).
Ayah Mamdani, Zohran Mamdani, lahir di Uganda dan juga masuk Islam.
Sedangkan kakek dan nenek Mamdani lahir di wilayah yang sekarang disebut Tanzania. Mereka adalah bagian dari komunitas Muslim Gujarati yang pernah menetap di sepanjang pantai Swahili pada masa pemerintahan kolonial Inggris.
Al-Quran adalah simbol keberagaman
Mamdani akan menggunakan Alquran kecil yang bersejarah, sebuah manuskrip kecil yang berasal dari akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19, dalam peresmian simbolis di stasiun bawah tanah yang ditinggalkan dan sekarang menjadi situs bersejarah.
Al-Quran berukuran saku ini adalah bagian dari koleksi Schomburg Black Culture Research di Perpustakaan Umum New York.
Naskah ini awalnya merupakan bagian dari koleksi sejarawan kulit hitam Puerto Rico Arturo Schomburg. Meskipun tidak jelas bagaimana ia memperolehnya, para ahli percaya bahwa hal itu mencerminkan minat sejarawan terhadap hubungan historis Islam dengan budaya kulit hitam di Amerika Serikat dan di seluruh Afrika.
Kurator Studi Timur Tengah dan Islam di Perpustakaan Umum New York, Hiba Abid, mengatakan Al-Quran berukuran saku melambangkan keberagaman dan jangkauan umat Islam di New York.
“Ini Alquran kecil, tapi menyatukan unsur keimanan dan identitas dalam sejarah Kota New York,” kata Abid, dikutip Berita AP, Rabu
Berbeda dengan mushaf keagamaan yang penuh hiasan yang diasosiasikan dengan kalangan bangsawan atau elite, mushaf Alquran yang akan digunakan Mamdani memiliki desain yang sederhana. Sampulnya berwarna merah tua dan ditulis dengan tinta hitam dan merah.
Tulisannya jelas dan terbaca, menandakan bahwa naskah ini dibuat untuk keperluan sehari-hari dan bukan untuk pajangan seremonial.
Ciri-ciri tersebut, kata Abid, juga menunjukkan bahwa naskah tersebut ditujukan untuk pembaca awam.
“Pentingnya Al-Quran bukan terletak pada kemewahannya, tapi pada kemudahan aksesnya,” ujarnya.
(isa/rds)

