Jakarta, Pahami.id —
Amerika Serikat (AS) khawatir Cobalah dilaporkan berniat melancarkan serangan drone ke pangkalan militer Washington di Teluk Guantanamo, dan bahkan di Florida, negara bagian AS.
Laporan intelijen AS baru-baru ini mengatakan Kuba memiliki lebih dari 300 drone militer yang rencananya akan digunakan untuk menyerang aset militer AS di Teluk Guantanamo.
Axios memperoleh laporan intelijen tersebut dan melaporkannya pada Sabtu (16/5). Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada media bahwa laporan ini telah membuat khawatir pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
“Ketika kita berpikir tentang teknologi seperti ini yang begitu dekat, dan jaringan pelaku kejahatan dari kelompok teroris, hingga kartel narkoba, Iran, hingga Rusia, hal ini mengkhawatirkan,” kata pejabat tersebut, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya.
“Ini adalah ancaman yang semakin besar,” lanjutnya.
Kuba dilaporkan telah memperoleh drone serang dari Rusia dan Iran sejak tahun 2023. Menurut para pejabat AS, negara tersebut juga ingin membeli lebih banyak senjata.
AS khawatir Kuba akan mendapat banyak senjata dari Iran. Bukan tanpa alasan, perkembangan perang drone Iran pernah cukup menguras pasokan senjata Washington. Selain itu, saat ini penasihat militer Iran dikabarkan berada di Havana.
Hubungan antara AS dan Kuba tegang setelah Trump mengindikasikan niatnya untuk menyerang Havana. Awal bulan ini, Trump mengatakan dia akan “segera mengambil alih” pulau Karibia, yang hanya berjarak sekitar 145 kilometer dari Florida.
Trump juga mengatakan Kuba akan menjadi sasaran berikutnya, setelah operasi militer AS untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro sukses besar.
Kuba membantah laporan tersebut dan menuduh AS mencari alasan untuk berperang dengan Havana.
“Tanpa alasan yang sah sama sekali, pemerintah AS, hari demi hari, menciptakan kasus-kasus palsu untuk membenarkan perang ekonomi brutal terhadap rakyat Kuba dan akhirnya invasi militer,” kata Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez di media sosial X.
“Kuba tidak mengancam atau menginginkan perang. Kuba menjaga perdamaian dan bersiap menghadapi agresi eksternal dalam menggunakan hak sah untuk membela diri yang diakui oleh Piagam PBB,” tambahnya.
(blq/dna)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

