Berita Kuba Serang Kapal Cepat dari AS, 4 Orang Tewas

by
Berita Kuba Serang Kapal Cepat dari AS, 4 Orang Tewas


Jakarta, Pahami.id

Pemerintah Cobalah berhasil mencegah penyusup bersenjata Amerika Serikat setelah pertempuran di perairannya.

Serangan Kuba terhadap kapal yang diduga berasal dari AS menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya, pada Rabu (25/2).


Kementerian Dalam Negeri Kuba mengatakan kapal itu dicegat sekitar satu mil laut dari Pulau Cayo Falcones di lepas pantai utara Kuba.

Saat kapal penjaga pantai mendekat, tembakan dilepaskan dari kapal yang disebut “ilegal”, sehingga melukai komandan kapal Kuba.

Akibat bentrokan tersebut, hingga laporan ini dibuat, empat penyerang tewas dan enam lainnya luka-luka, kata Kementerian. AFP.

Kementerian juga menambahkan bahwa korban luka telah dievakuasi dan menerima bantuan medis.

Menurut kementerian, senapan serbu, pistol, bom molotov, dan peralatan bergaya militer ditemukan di atas kapal.

Sepuluh penumpang dikatakan merupakan warga negara Kuba yang tinggal di AS. Orang-orang yang diamankan mengaku ingin menyusup untuk melakukan aksi kekerasan.

“Mereka bermaksud menyusup untuk tujuan teroris,” kata Kementerian.

Kementerian merilis nama tujuh orang di dalamnya, yang sebagian besar memiliki catatan kriminal di Kuba. Seorang pria yang dikirim dari AS juga ditangkap dan mengakui kejadian tersebut.

Insiden tersebut memicu ketegangan baru antara Havana dan Washington. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan fakta dan akan merespons segera setelah informasi lengkap diperoleh.

“Kami tidak akan langsung mengambil kesimpulan berdasarkan apa yang mereka (Kuba) sampaikan kepada kami, dan saya sangat yakin kami akan mendapatkan cerita lengkap tentang apa yang terjadi di sini,” kata Rubio saat berada di St. Kitts dan Nevis.

Dia menambahkan, AS akan mengambil langkah setelah mendapat informasi lebih lanjut. Sementara itu, Jaksa Agung Florida dan Anggota Kongres AS Carlos Gimenez menyerukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

“Pihak berwenang AS harus menentukan apakah korban adalah warga negara AS atau penduduk sah dan menentukan secara pasti apa yang terjadi,” katanya.

Ia juga melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Kuba. Pemerintah Kuba sering melaporkan adanya intrusi kapal cepat AS ke perairan teritorialnya.

Insiden seperti ini sering dikaitkan dengan perdagangan manusia atau perdagangan narkoba dan melibatkan kejar-kejaran dan perkelahian.

Penembakan ini terjadi di tengah pelonggaran embargo minyak AS terhadap Kuba menyusul tergulingnya Nicolas Maduro dari Venezuela.

Embargo minyak yang sudah berlangsung lebih dari sebulan ini memperburuk perekonomian Kuba yang sudah mendapat tekanan embargo tersebut.

Dalam beberapa minggu terakhir, Meksiko dan Kanada juga telah mengirimkan bantuan ke pulau tersebut.

(rnp/bac)