Jakarta, Pahami.id —
Bos geng Cartel de Jalisco Nueva Generation (CJNG), Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau “El Mencho” tewas dalam baku tembak dengan militer di Jalisco, Meksiko.
Penembakan terjadi di Kota Tapalpa, negara bagian Jalisco pada Minggu (22/2). Pemerintah Meksiko secara agresif menindak penyebaran kartel narkoba.
Akibat penembakan tersebut, enam anggota CJNG tewas dan tiga petugas terluka.
Kementerian Pertahanan Meksiko melaporkan empat anggota CJNG tewas di lokasi kejadian, sementara dua lainnya, termasuk El Mencho, terluka parah.
Bos kartel dan rekan-rekannya kemudian diterbangkan ke Mexico City. Namun, di tengah perjalanan mereka meninggal.
Kematian El Menco kemudian memicu kerusuhan besar-besaran di Meksiko. Situasi di sana seperti “neraka”.
Sejumlah media lokal memberitakan, terjadi kerusuhan di beberapa daerah, mobil dibakar, dan SPBU dibakar.
Dalam video yang viral, terlihat api berkobar dan asap hitam mengepul dari pinggir jalan yang mirip pompa bensin.
Kerusuhan juga terjadi di bandara. Massa menyerbu Bandara Internasional Guadalajara dan membuat pengunjung berlarian. Berbagai penerbangan terpaksa dihentikan total.
Pengawas kejahatan terorganisir internasional, Vanda Felbab-Brown, memperingatkan pembunuhan El Mencho berpotensi memicu kekerasan skala besar.
Brown menganggap bos kartel itu sebagai salah satu orang paling penting di Meksiko.
“Akan terjadi kekerasan dalam jumlah yang sangat besar,” katanya, dikutip Reuters.
CJNG adalah organisasi kriminal yang mempunyai pengaruh di Meksiko. Organisasi ini juga merupakan saingan Kartel Sinaloa yang dipimpin oleh Joaquin “El Chapo” Guzman.
Kartel tersebut dituduh sering melakukan penculikan, penyiksaan, pembunuhan, kanibalisme, dan perdagangan fentanil dan obat-obatan terlarang paling mematikan di Amerika Serikat.
(isa/dna)

