Berita Kim Jong Un Sedang Proses Putrinya Jadi Calon Penerus Rezim

by
Berita Kim Jong Un Sedang Proses Putrinya Jadi Calon Penerus Rezim


Jakarta, Pahami.id

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikatakan sedang mempersiapkan putrinya, Kim Ju Aesebagai calon pengganti kepemimpinan, pada Kamis (12/2).

Hal tersebut diungkap anggota parlemen Korea Selatan, mengutip pengarahan dari badan intelijen (NIS) setelah mengetahui Ju Ae kini terlibat dalam memberikan masukan mengenai kebijakan Korea Utara.


“Sebelumnya, NIS mengatakan Kim Ju Ae sedang ‘dipersiapkan sebagai pengganti’, namun kini dia ‘telah memasuki tahap penunjukan internal sebagai pengganti’,” kata anggota parlemen Lee Seong-kweun kepada wartawan usai menghadiri pengarahan tertutup dari NIS, dikutip AFP.

Ju Ae yang terbilang masih remaja semakin menonjol di media resmi Korea Utara saat menemani ayahnya dalam berbagai karyawisata.

Kemunculan tersebut memicu spekulasi para analis bahwa ia sedang dipersiapkan sebagai pemimpin generasi keempat.

Lee dan anggota parlemen lainnya, Park Sun-won, mengatakan Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan menilai peran Ju Ae dalam berbagai acara publik menunjukkan bahwa dia mulai memberikan masukan kebijakan. Ia juga dianggap sebagai pemimpin de facto tertinggi kedua.

NIS akan memantau apakah Kim Ju Ae menghadiri pertemuan Partai Pekerja yang berkuasa mendatang.

Anggota parlemen juga mengatakan NIS akan menilai bagaimana dia dihadirkan, termasuk kemungkinan diberi posisi resmi.

Korea Utara mengatakan Partai Pekerja akan mengadakan sidang perdana Kongres kesembilannya pada akhir Februari.

Forum tersebut akan mengungkap tujuan kebijakan utama beberapa tahun ke depan di bidang ekonomi, hubungan luar negeri, dan pertahanan.

Di saat yang sama, Kim Jong Un juga memerintahkan pengembangan kapal selam yang diperkirakan mampu membawa hingga 10 rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM).

Kapal tersebut berbobot sekitar 8.700 ton dan diperkirakan dirancang menggunakan reaktor nuklir.

Anggota parlemen mengatakan masih belum pasti apakah kapal itu benar-benar bertenaga nuklir atau beroperasi sesuai rancangan.

(rnp/rds)