Jakarta, Pahami.id —
Kevin Warsh resmi menjabat sebagai ketua bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau yang ke-17 The Fed menggantikan Jerome Powell.
Hal itu dibenarkan Senat Amerika Serikat pada Rabu (13/5). Warsh secara resmi menggantikan Powell, yang masa jabatannya selama delapan tahun ditandai dengan beberapa krisis ekonomi dan konflik sengit dengan Gedung Putih untuk menjaga independensi The Fed.
Warsh terpilih dengan suara 54-45. Dikutip dari CNNini adalah pemungutan suara paling partisan dalam sejarah untuk calon ketua Fed.
Hal ini menunjukkan ketidaknyamanan di kalangan Partai Demokrat terhadap upaya Trump untuk mengambil alih The Fed, meskipun Partai Republik secara umum menyambut baik kepemimpinan Warsh.
Warsh secara luas dipandang lebih sejalan dengan Trump, yang telah lama menyerukan penurunan suku bunga.
Warsh mengambil alih di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat perang AS-Israel dengan Iran. Inflasi melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun pada bulan April, dan kini melampaui pertumbuhan upah.
Situasi ini memperumit harapan penurunan suku bunga dalam waktu dekat, karena investor kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah selama sisa tahun ini, atau menaikkannya jika inflasi memburuk.
Prospek tersebut mungkin mengecewakan Trump, yang pada awal tahun ini bahkan sempat bercanda bahwa ia akan menuntut The Fed jika suku bunga tidak diturunkan.
Sebagai ketua, Warsh diharapkan membawa beberapa perubahan pada institusinya. Dia telah mengusulkan pengurangan ukuran neraca The Fed sebesar $6,7 triliun, koordinasi yang lebih erat dengan Departemen Keuangan, mengurangi jumlah pertemuan kebijakan dari delapan menjadi hanya empat kali setahun, lebih sedikit konferensi pers, mengurangi jumlah karyawan di kantor pusatnya di Washington, dan mengurangi frekuensi pemberian sinyal arah suku bunga.
Sebelum resmi ditunjuk memimpin The Fed, proses seleksi Warsh tidak berjalan mulus. Pencalonan tersebut dihalangi oleh Senator Partai Republik Carolina Utara Thom Tillis, yang menuntut Departemen Kehakiman menghentikan penyelidikannya terhadap Powell atas kesaksiannya kepada Kongres mengenai meningkatnya biaya renovasi gedung The Fed.
Penyelidikan ini telah memicu kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump berupaya melemahkan independensi The Fed.
Powell dengan keras menolak penyelidikan tersebut sebagai bentuk politisasi, dan menyebutnya sebagai hasil dari “ancaman dan tekanan terus-menerus” dari pemerintahan Trump.
Penyelidikan akhirnya dihentikan, meski jaksa Jeanine Pirro mengatakan kemungkinan dibuka kembali jika ada temuan baru.
Pertemuan pertama Warsh sebagai ketua Fed dijadwalkan pada 16-17 Juni.
Sebaliknya, Powell memilih untuk tetap menjabat sebagai gubernur sampai dia memastikan penyelidikan Pirro selesai sepenuhnya.
(lom/sur)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

