Berita Kemlu Respons Video soal Relawan GSF Disiksa Israel saat Ditahan

by
Berita Kemlu Respons Video soal Relawan GSF Disiksa Israel saat Ditahan


Jakarta, Pahami.id

Kementerian Luar Negeri RI angkat bicara usai video berisi para relawan tersebut Armada Sumud Global (GSF) diminta sujud dengan tangan terikat ke belakang.

Di media sosial, viral sebuah video yang memperlihatkan sejumlah relawan GSF diperlakukan brutal oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Mereka diseret dengan tangan terikat hingga disuruh sujud.


Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada WNI dalam video tersebut atau tidak.

Terkait video tersebut, kami belum bisa memastikan apakah video tersebut benar atau tidak, namun kami akan terus mencari kebenaran video tersebut, kata Heni dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Luar Negeri, Kamis (21/5).

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah sedang melakukan penyelidikan terhadap video tersebut. Kementerian juga terus berkoordinasi erat dengan berbagai pihak untuk menjamin keselamatan WNI.

“Kiya juga terus melakukan pendekatan kepada berbagai pihak, seluruh otoritas terkait untuk memastikan akses konsuler dan dukungan medis jika diperlukan,” kata Yvonne.

Dalam kesempatan tersebut, Yvonne juga menegaskan bahwa Indonesia mengecam tindakan tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan Israel dan tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

“Dan kami tekankan sekali lagi bahwa tindakan militer Israel terhadap armada GSF dan para relawan yang tergabung di dalamnya jelas merupakan pelanggaran hukum internasional,” imbuhnya.

Pernyataan ini disampaikan setelah Menteri Keamanan Israel Itama Ben-Gvir mengunggah video dirinya yang mengejek aktivis pro-Palestina di Pelabuhan Ashdod.

Dalam video tersebut, tangan relawan GSF diikat ke belakang dengan tali dan dipaksa sujud.

Tindakan Ben Gvir menuai kritik, termasuk dari kalangan internal Israel, termasuk dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dinilai tidak mewakili rakyat Israel.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengatakan Ben Gvir sengaja menyakiti negaranya dengan cara yang “memalukan”.

“Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang dilakukan banyak orang, mulai dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lainnya,” kata Sa’ar kepada X.

Militer Israel telah menyerang dan mencegat armada kapal GSF di perairan internasional dalam beberapa hari terakhir. Mereka menahan ratusan relawan termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang berlayar menerobos blokade Israel.

(isa/bac)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google