Berita Kapal yang Bawa Jurnalis Republika Belum Bisa Dihubungi

by
Berita Kapal yang Bawa Jurnalis Republika Belum Bisa Dihubungi


Jakarta, Pahami.id

Kementerian Luar Negeri (Kementerian Luar Negeri) RI menyebut kapal itu membawa wartawan Republik Bambang Noroyono yang ditahan tentara Israel belum bisa dihubungi.

“Kapal yang membawa jurnalis An. Bambang Noroyono belum dapat dihubungi, dan status kapal termasuk Pak Bambang Noroyono yang berada di dalamnya belum diketahui,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang. CNNIndonesia.comSenin (18/5).

Yvonne mengatakan, sejauh ini sudah ada 10 kapal yang dipastikan ditangkap. Ia juga mengatakan, situasi di lapangan bersifat dinamis sehingga segala perkembangan masih perlu diantisipasi.


Terkait kejadian tersebut, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan mengutuk keras tindakan Israel.

“Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat beberapa kapal milik misi kemanusiaan internasional Global North Flotilla (GSF) 2.0 di perairan sekitar Siprus, Mediterania Timur,” kata Yvonne.

RI juga mendesak Israel untuk melepaskan seluruh kapal misi kemanusiaan dan awak kapal yang ditahan.

Saat ini Kementerian Luar Negeri juga tengah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait, guna mengumpulkan informasi terkini terkait kondisi WNI yang ditahan tersebut.

Sebelumnya bernama Jurnalis Republika Bambang Noroyono alias Abeng dikabarkan ditangkap tentara Israel. Abeng ditangkap bersama sekitar 100 aktivis.

Informasi penangkapan Jurnalis Republika telah diunggah di situs Republika.co.id dengan judul: BREAKING NEWS: Israel Tangkap 100 Aktivis Sumud Global, Termasuk Jurnalis Republika.

Republika memperoleh video tersebut dari Abeng usai penangkapan. Transmisi video SOS yang dilakukan oleh salah satu peserta GSF merupakan tanda bahwa kapalnya yang bersangkutan telah dicegat oleh tentara IDF dan ditangkap.

Dalam video tersebut, Abeng menyatakan, “Jika Anda menemukan video ini, tolong sampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini sedang diculik oleh tentara Israel. Saya mohon kepada pemerintah Republik Indonesia untuk membebaskan saya dari penculikan tentara kolonial Zionis Israel,” kata Abeng.

Koalisi Global Armada Sumud menyatakan bahwa kapal perang Israel mulai mencegat armada tersebut. Dalam pernyataan yang diposting di media sosial, mereka mengatakan tentara Israel menaiki kapal pertama pada hari itu.

“Kapal-kapal militer kini mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami pada siang hari,” kata Global North Sumud Flotilla dalam sebuah pernyataan.

Media Israel memberitakan, para aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar Israel, setelah operasi selesai. Empat kapal perang Israel disebut terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh kapal di armada tersebut untuk mematikan mesinnya.

Menurut laporan, armada bantuan dicegat di lepas pantai Siprus.

(Dna)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google