Jakarta, Pahami.id —
Kapal induk USS Gerald R. Ford telah meninggalkan pangkalan Amerika Serikat (AS) di Pulau Kreta, Yunani, menuju perairan Israel, Kamis (26/2).
Fotografer AFP menyaksikan kapal induk terbesar di dunia mulai bergerak menuju Israel untuk mendekati wilayah Iran di tengah ketegangan AS-Iran baru-baru ini.
Langkah USS Gerald R. Ford terjadi ketika para pejabat AS dan Iran memulai perundingan nuklir putaran ketiga di Jenewa, Swiss, pada Kamis pagi.
Negosiasi hingga saat ini belum menghasilkan kesepakatan apa pun. Namun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan ada kemajuan dalam perundingan tersebut dan pekan depan kedua belah pihak akan memulai “pembicaraan teknis” di Wina, Austria.
Presiden AS Donald Trump mengirimkan USS Gerald R. Ford untuk memperkuat USS Abraham Lincoln yang sudah tiba di Timur Tengah pada Januari lalu.
Kedua kapal induk tersebut sengaja dikerahkan untuk mengepung Iran guna menekan Teheran agar segera membuat kesepakatan.
USS Gerald R. Ford telah memasuki Laut Mediterania sejak Jumat (20/2) lalu. Kapal perang tersebut kemudian berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut AS Teluk Souda di Yunani untuk memasok pasokan dan beristirahat. USS Gerald R. Ford dilaporkan mengalami masalah dengan toiletnya.
Kehadiran kapal induk Amerika di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya perang antara Amerika dan Iran.
Trump mengancam akan menyerang Iran jika kesepakatan tidak tercapai. Sementara itu Iran menegaskan akan menyerang pangkalan AS di kawasan jika diserang.
(blq/dna)

