Berita Kami Tak Akan Tunduk ke Musuh!

by
Berita Kami Tak Akan Tunduk ke Musuh!


Jakarta, Pahami.id

Iran Negosiasi yang dikonfirmasi dengan Amerika Serikat bukan berarti “menyerah” tapi membela hak Teheran.

Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan Iran tidak akan menyerah atau mundur melawan Amerika Serikat, yang melancarkan serangan gabungan Israel ke Teheran pada 28 Februari, yang memicu perang yang berlanjut hingga hari ini.


“Jika terjadi pembahasan mengenai dialog atau perundingan, bukan berarti menyerah atau mundur, melainkan bertujuan untuk melindungi hak-hak bangsa Iran dan membela kepentingan nasional dengan tegas,” kata Pezeshkian dalam pernyataan yang dikutip kantor berita negara tersebut. IRNA pada Minggu (10/5).

“(Iran) tidak akan pernah tunduk pada musuh,” ujarnya lagi Agensi Anadolu.

Hal ini ditegaskan Pezeshkian dalam pertemuan gugus tugas rekonstruksi kerusakan akibat perang AS-Israel dengan pimpinan Iran lainnya di Teheran.

Penegasan ini muncul seiring Iran dan AS masih melakukan negosiasi intensif melalui Pakistan sebagai mediator dalam upaya mengakhiri perang.

Iran juga telah mengirimkan tanggapan atas usulan AS tersebut ke Pakistan. Trump bahkan mengaku sudah membaca tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS dan tidak menerima tanggapan Teheran.

Trump mengatakan syarat-syarat Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah sama sekali tidak dapat diterima.

Trump sendiri tidak membeberkan secara rinci tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS. Namun, dalam postingan singkat di platform Truth Social, dia menegaskan menolak syarat tersebut.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut sebagai ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya – TIDAK DAPAT DITERIMA!” tulis Trump di Social Truth, seperti dikutip AFP.

Menurut stasiun televisi nasional IRIBTanggapan Iran terhadap usulan perdamaian AS, terfokus pada mengakhiri perang di semua lini, terutama di Lebanon.

Sementara itu, menurut laporan The Wall Street Journal, Iran mungkin mengusulkan agar sebagian uranium yang sangat diperkaya dicairkan, dan sisanya dipindahkan ke negara ketiga.

Sebagai tanggapan yang disampaikan melalui Pakistan sebagai negara penengah, Iran juga meminta jaminan bahwa uranium yang ditransfer akan dikembalikan jika negosiasi gagal, atau jika AS menarik diri dari kesepakatan tersebut.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google