Jakarta, Pahami.id —
Jenazah pimpinan kartel narkoba Meksiko, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau “El Mencho“, tiba di Mexico City pada Minggu (22/2) sore.
Pihak militer segera membawa jenazahnya ke Kantor Kejaksaan Khusus Kejahatan Terorganisir (FEMDO) di Mexico City dengan pengawasan ketat.
El Financiero melaporkan konvoi kendaraan Garda Nasional Meksiko yang mengawal ambulans yang membawa jenazah El Mencho ke kawasan Paseo de la Reforma.
Jenazah El Mencho diserahkan ke FEMDO untuk menjalani pemeriksaan forensik guna memastikan identitasnya.
Selain El Mencho, dua anggota Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) yang ditangkap juga dibawa ke FEMDO untuk ditahan. Mereka kemungkinan besar akan dipindahkan ke Penjara Altiplano di Almoloya de Juárez dan akan diadili dalam beberapa hari mendatang.
Kendaraan Black Mamba dari Unit Operasi Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Masyarakat dilaporkan sedang berpatroli di FEMDO setelah jenazah El Mencho tiba.
Sementara itu, Meksiko sedang kacau setelah pemimpin CJNG El Mencho tewas dalam baku tembak dengan militer di Kota Tapalpa, Jalisco, pada Minggu. El Mencho meninggal di dalam pesawat akibat luka parah yang dideritanya dalam insiden tersebut.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa kebakaran dan kepulan asap membubung di kota wisata Puerto Vallarta, Jalisco, pasca kematian El Mencho.
Kepanikan juga terjadi di bandara Puerto Vallarta dan Guadalajara.
Gubernur Jalisco Pablo Lemus Navarro meminta warga untuk tetap berada di rumah hingga situasi terkendali. Dia juga menghentikan sementara layanan transportasi umum.
Menurut Lemus, kekerasan telah menyebar setidaknya ke lima negara bagian Meksiko.
CJNG adalah organisasi kriminal yang dituduh melakukan penculikan, penyiksaan, pembunuhan, kanibalisme, dan perdagangan fentanil, obat-obatan terlarang paling mematikan di Amerika.
CJNG menguasai sebagian besar Guadalajara dan menguasai pinggiran Jalisco serta negara bagian Colima dan Michoacán.
(blq/blq/rhr)

