Jakarta, Pahami.id –
Polda Metro Jaya mengeksplorasi ancaman yang dituduh oleh mantan petugas polisi Jakarta South Metro AKBP Bintoro terhadap kedua tersangka dalam kasus ini PembunuhanARIF NUGROHO (AN) Alias Bastian dan Muhammad Baya Hartanto.
Polda Metro Jaya Propam Kepala Kombes Radjo Alriadi Harakap mengatakan Bintoro saat ini sedang menjalani penyelesaian khusus (Patsus).
“Kami sedang melakukan pemeriksaan, dan orang yang relevan telah dijamin/patsus di PMJ,” kata Radjo ketika dihubungi pada hari Senin (1/27).
Kasus yang merusak Arif Nugroho dan Muhammad Bayu Hartanto dimulai dengan laporan seorang gadis remaja dengan inisiatif FA (16) yang terbunuh setelah bosan dengan narkoba dan dihapuskan oleh beberapa pria di sebuah hotel di Senopati, Jakarta Selatan, April 2024.
Kasus ini dioperasikan oleh Kantor Polisi Jakarta Selatan, tempat Bintoro menjabat sebagai resking.
Penduduk Polisi Metro Jakarta Selatan Wakasat pada saat itu, Henrikus Yossi Compape mengatakan polisi menerima laporan bahwa seorang remaja tanpa identitas meninggal di rumah sakit kebayoran baru
Setelah menyelidiki, korban memiliki kesempatan untuk pergi ke hotel dengan pacarnya dengan AP awal (16).
“Ternyata korban dan temannya, yang juga seorang wanita dan keduanya 16, disewa sebagai anak yang aktif di salah satu hotel yang terletak di Senopati,” kata Yossi.
Dari hasil pemeriksaan CCTV dan kesaksian saksi, Yossi mengatakan di hotel, korban bosan dengan narkoba dan menderita pelecehan seksual oleh beberapa pria berusia 40 tahun.
“Diduga bahwa penyalahgunaan narkotika di hotel dan juga didakwa dengan tuduhan kekerasan kriminal terhadap anak -anak dalam kasus ini atau pelecehan seksual terhadap anak -anak,” katanya.
Penyelidik juga mengembangkan kasus dan mencari keberadaan kedua pria yang telah direkam oleh CCTV. Kedua pria itu ditemukan di sebuah hotel di Ampera, Jakarta Selatan.
Jossi mengatakan di lokasi yang sama, para penyelidik juga menemukan teman korban dalam kondisi tidak stabil.
“Kami menemukan para korban anak -anak ini (APS) dalam keadaan kesehatan yang tidak stabil dan dia juga menyadari bahwa temannya yang bersamanya dalam keadaan mati,” katanya.
Polisi kemudian menangkap dua tersangka dalam kasus ini, Arif Nugroho (AN) Alias Bastian dan Muhammad Biahu Hartanto.
Bintoro Bub
Bintoro telah membuka suara yang terkait dengan ekstensi yang disebut SO. Bintoro membantah bahwa dia telah memperpanjang RP20 miliar pada tersangka dalam kasus pembunuhan itu.
“Tersangka atas nama yang tidak sadar dan mengubah berita palsu tentang saya untuk memperpanjang orang itu. Faktanya, ini adalah fitnah,” kata Bintoro.
Dia menjelaskan bahwa insiden itu dimulai dengan pelaporan Alias Bastian yang telah melakukan kejahatan seksual dan perlindungan anak yang menyebabkan korban meninggal di salah satu hotel Jakarta Selatan.
Laporan kasus ini terdaftar dengan LP/B/1181/IV/2024/SPKT/Polisi Metro Jakarta Selatan dan LP/B/1179/IV/2024/SPKT/Polisi Metro Jakarta Selatan pada April 2024.
“Selama kejahatan, narkoba ditemukan dan juga senjata api. Singkat cerita, dalam hal ini Unit Investigasi Kejahatan Polisi Metro Selatan, yang pada waktu itu saya bertugas sebagai trik untuk menyelidiki dan menyelidiki tindakan kriminal,” katanya.
Bintoro mengatakan kasus itu dinyatakan P21 dan dipindahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dua tersangka, Arif Nugroho dan Batang Hartanto bersama dengan bukti yang harus diadili.
Bintoro menekankan bahwa partainya tidak menghentikan kasus yang dilaporkan.
Prodia prembuttal
PT Prodia Widyahusada TBK menyangkal bahwa ada salah satu perusahaan yang tersangka dalam kematian seorang gadis berusia 16 tahun di atas.
“Tidak ada hubungan darah antara pelaku dan direktur saat ini dan/atau Dewan Komisaris Prodia,” kata Sekretaris Korporat Prodia Marina Eka Amalia kepada CNNindonesia.com pada hari Senin (1/27).
“Prodia didukung oleh manajemen Prodia yang mengandung profesional dengan integritas,” katanya.
Namun, Marina mengatakan bahwa PT Prodia Widyahusada TBK tidak memiliki rencana untuk membawa kasus ini ke hukum fitnah.
Dia hanya menekankan bahwa direktur dan komisaris Prodia terdiri dari para pendiri dan profesional. Marina bersikeras bahwa itu tidak ada hubungannya dengan perusahaan dengan kasus ini.
(Yoa/AGT)