Berita Istri Penasihat Donald Trump Berulah, Denmark Meradang

by
Berita Istri Penasihat Donald Trump Berulah, Denmark Meradang


Jakarta, Pahami.id

Denmark mengaku tak puas dengan unggahan istri salah satu penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Tanah penggembalaan. Periksa alasannya.

Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, memposting gambar Greenland, wilayah otonom Denmark, berwarna seperti bendera AS di akun Twitter pribadinya. Postingan tersebut muncul tak lama setelah operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela.


Di atas gambar tersebut, Katie Miller hanya menulis satu kata: “SEGERA”.

Duta Besar Denmark untuk Amerika Serikat, Jesper Moeller Soerensen, menanggapi postingan tersebut pada hari Minggu melalui akun media sosialnya.

“Denmark mengharapkan penghormatan penuh terhadap keutuhan wilayah negaranya,” kata Soerensen sambil menyertakan link postingan Katie Miller, dilansir AFP, Minggu (4/1).

Presiden Donald Trump sebelumnya telah menyatakan keinginannya agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Langkah pemerintah AS menuju tujuan tersebut, termasuk penunjukan utusan khusus untuk Greenland, telah membuat marah pemerintah Denmark dan Uni Eropa.

Stephen Miller dikenal luas sebagai arsitek utama kebijakan Trump, khususnya kebijakan imigrasi garis keras dan agenda domestiknya.

Mengenai Greenland, Trump berpendapat bahwa menjadikan wilayah Denmark sebagai bagian dari AS akan menguntungkan keamanan nasional Amerika, mengingat lokasinya yang strategis di kawasan Arktik. Greenland juga memiliki kekayaan mineral penting yang dibutuhkan dalam industri teknologi tinggi.

Menanggapi postingan Katie Miller, Duta Besar Denmark menyampaikan “pengingat ramah” bahwa negaranya, yang merupakan anggota NATO, telah meningkatkan upaya keamanan secara signifikan di kawasan Arktik, termasuk melalui kerja sama dengan Amerika Serikat.

“Kami adalah sekutu dekat dan harus terus bekerja sama sebagai mitra,” tulis Soerensen.

Katie Miller sebelumnya menjabat sebagai wakil juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada masa jabatan pertama Trump.

Dia juga bekerja sebagai direktur komunikasi untuk Wakil Presiden Mike Pence saat itu, dan juga menjabat sebagai sekretaris persnya.

(dmi/dmi)