Berita Israel Tolak Turki-Qatar Kirim Militer ke Pasukan Internasional Gaza

by
Berita Israel Tolak Turki-Qatar Kirim Militer ke Pasukan Internasional Gaza


Jakarta, Pahami.id

Israel mendesak Amerika Serikat untuk mengecualikan Turki dan Qatar dari komite internasional yang bertugas mengawasi rekonstruksi Jalur Gaza.

Israel juga menolak mengizinkan kedua negara mengirimkan pasukan untuk bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk dikirim ke Gaza.


Pekan lalu, Gedung Putih menunjuk Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan diplomat Qatar Ali al-Thawadi untuk bergabung dengan Dewan Eksekutif Gaza. Dewan ini akan bertanggung jawab mengawasi pekerjaan komite Palestina yang baru untuk mengelola Jalur Gaza.

Sejauh ini baik Türkiye maupun Qatar telah menyatakan kesediaannya untuk berkontribusi pada Pasukan Stabilisasi Internasional.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan Menteri Luar Negerinya untuk menyampaikan keberatannya kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terkait keterlibatan Qatar dan Türkiye.

“Tidak akan ada pasukan Turki atau Qatar di Jalur Gaza,” kata Netanyahu seperti dikutip New Arab.

“Di Jalur Gaza, kita akan berada di ambang tahap kedua dari rencana Trump. Tahap kedua berarti satu hal sederhana: Hamas akan dilucuti, dan Gaza akan dihancurkan,” tambah Netanyahu.

Pekan lalu, Trump juga mengumumkan pembentukan Komite Palestina yang beranggotakan 15 orang untuk menggantikan Hamas di Gaza. Struktur ini akan beroperasi di bawah Dewan Perdamaian atau Peace Board yang dipimpin oleh Donald Trump.

Beberapa nama yang ditunjuk dalam komite tersebut antara lain pengusaha Yakir Gabay dan Marc Rowan, mantan PM Inggris Tony Blair, Kepala Intelijen Mesir Hassan Rashad, Menteri Negara Kerja Sama Internasional UEA Reem al-Hashimy, penasihat Gedung Putih Steve Witkoff, dan menantu Trump Jared Kushner.

(dna/bac)