Berita Israel Terus Bunuh Warga Gaza & Langgar Gencatan Senjata, Hamas Geram

by
Berita Israel Terus Bunuh Warga Gaza & Langgar Gencatan Senjata, Hamas Geram


Jakarta, Pahami.id

Kelompok militan Palestina, Hamasmengeluarkan peringatan keras kepada Israel terkait serangkaian pelanggaran perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Hamas menekankan bahwa tindakan militer Israel yang terus berlanjut akan menimbulkan konsekuensi yang serius.

Khalil al-Hayya, anggota Biro Politik dan pemimpin Hamas di Jalur Gaza, menyatakan telah berkomunikasi dengan mediator dan pihak internasional setelah tentara Israel membunuh 37 warga Palestina dalam 24 jam terakhir.

Al-Hayya mengutuk serangan harian Israel sebagai “kejahatan dan genosida” dengan alasan palsu. Dia menekankan bahwa komitmen Hamas terhadap gencatan senjata sangat bergantung pada kemampuan komunitas internasional untuk memaksa Israel memenuhi kewajibannya.


Seperti diberitakan AnatoliaHamas juga menuduh Israel sengaja menghalangi penyelesaian krisis bagi warga Palestina yang terjebak di terowongan di kawasan Rafah, Gaza Selatan.

Pasca gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, banyak warga yang terdampar di Rafah. Israel menolak izin keluar mereka dan mengklaim bahwa beberapa dari mereka adalah anggota Brigade Al-Qassam.

Meskipun Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan dimulainya fase kedua dari 20 poin rencana perdamaiannya pada pertengahan Januari 2026, isu-isu penting seperti orang-orang yang terjebak di terowongan masih menemui jalan buntu.

Komite Tindak Lanjut Pasukan Nasional dan Islam Palestina melaporkan bahwa serangan Israel sebenarnya meningkat drastis sejak pembentukan Komite Nasional Administrasi Jalur Gaza pada 17 Januari.

Berdasarkan data panitia, serangan Negara Zionis menyebabkan 71 warga Gaza tewas dan 140 lainnya luka-luka (mayoritas serius) pada periode 17-31 Januari 2026.

Israel melakukan 96 serangan, termasuk 61 serangan langsung terhadap warga sipil dan penghancuran 17 rumah.

Puncak serangan Israel ke Gaza terjadi pada dini hari Jumat (30/1) waktu setempat, menyasar bangunan tempat tinggal, pos polisi, dan kamp pengungsi, hingga menewaskan banyak perempuan dan anak-anak.

Hamas dan kelompok oposisi lainnya menganggap eskalasi ini sebagai upaya nyata Israel untuk melemahkan upaya konsolidasi perdamaian. Mereka mendesak Amerika Serikat, mediator dan komunitas internasional untuk segera menekan Israel agar menghentikan serangan tersebut.

Palestina memperingatkan bahwa jika agresi terus berlanjut, semua upaya menuju gencatan senjata tahap kedua akan terhenti total.

(Wow)