Berita Akhir Pekan Berdarah Pakistan, Serangan Pemberontak Tewaskan 193 Orang

by
Berita Akhir Pekan Berdarah Pakistan, Serangan Pemberontak Tewaskan 193 Orang


Jakarta, Pahami.id

Pakistan diguncang oleh serangkaian serangan terkoordinasi oleh kelompok pemberontak di provinsi Balochistan, yang menewaskan sedikitnya 200 orang selama akhir pekan.

Insiden berdarah ini disebut-sebut sebagai salah satu aksi kekerasan terburuk yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Ketua Menteri Balochistan, Sarfaraz Bugti, pada Minggu (1/2) membenarkan jumlah korban yang terdiri dari 31 warga sipil, 17 anggota pasukan keamanan, dan 145 anggota milisi pemberontak yang tewas dalam operasi pembalasan pada Jumat dan Sabtu.


Rangkaian penyerangan yang terkesan terencana ini menyasar berbagai titik strategis, mulai dari kantor polisi, penjara, bank, hingga instalasi paramiliter. Militer Pakistan mengatakan hampir 100 militan tewas hanya dalam satu hari pada hari Sabtu.

“Sebanyak 145 teroris telah terbunuh dan jenazahnya berada dalam tahanan pihak berwenang,” kata Bugti, seperti dilansir Mandiri. Ia menambahkan, operasi militer dilakukan secara terbatas berdasarkan intelijen untuk menghindari jatuhnya korban pada pihak yang tidak bersalah.

Grup Tentara Pembebasan Baloch (Tentara Pembebasan Baloch/BLA) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang mereka beri nama sandi “Operasi Badai Hitam”. Kekerasan terjadi serentak di 12 lokasi, antara lain Quetta, Gwadar, Mastung dan Noshki.

Balochistan, meskipun kaya akan sumber daya alam, adalah provinsi termiskin di Pakistan dan telah lama terperosok dalam pemberontakan separatis yang menuntut otonomi lebih besar.

Sentimen nasionalis kelompok etnis Baloch dan tuduhan korupsi besar-besaran di pemerintahan provinsi menjadi pemicu utama konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini.

Militer Pakistan menuduh serangan BLA sebagai “sponsor India”, sebuah tuduhan rutin dalam narasi keamanan nasional Islamabad. Namun, New Delhi dengan keras membantah tuduhan tersebut.

“Kami dengan tegas menolak tuduhan Pakistan yang tidak berdasar,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal.

India membalas dengan mengatakan Islamabad hanya berusaha mengalihkan perhatian dari masalah internal dan tuntutan masyarakat di wilayah tersebut.

Sebaliknya Amerika Serikat melalui Kuasa Usaha (Chargé d’Affaires) (Kuasa Usaha) Natalie Baker menyatakan solidaritasnya dan menekankan bahwa Washington tetap menjadi mitra setia Pakistan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

(Wow)