Berita Israel Ketar-ketir jika AS dan Iran Deal Setop Perang

by
Berita Israel Ketar-ketir jika AS dan Iran Deal Setop Perang


Jakarta, Pahami.id

Amerika Serikat Dan Iran bersiap mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah gencatan senjata tahap kedua diumumkan pekan lalu.

Israel sebenarnya khawatir dengan keputusan Gedung Putih dalam perundingan dengan Teheran di Qatar.


CNN Diberitakan, perundingan AS membuka kemungkinan hubungan diplomatik kedua negara menjadi tegang. Sebelumnya, serangan AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari disebut-sebut semakin mendekatkan hubungan kedua negara.

Namun Tel Aviv disebut kecewa karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak lagi terlibat dalam proses negosiasi antara utusan Presiden AS Donald Trump dan Iran.

Netanyahu menghindari kritik terbuka terhadap Trump, namun di baliknya, menurut sumber-sumber Israel, ia merasa frustrasi karena pengaruh Israel hanya terbatas pada hasil perundingan AS-Iran untuk mengakhiri perang.

Sejak gencatan senjata awal diumumkan pada bulan April, Netanyahu telah berulang kali mendesak Trump untuk melanjutkan operasi militer skala penuh, dengan alasan bahwa tekanan yang terus berlanjut masih dapat menyebabkan jatuhnya rezim Iran. Namun Gedung Putih tampaknya bergerak ke arah sebaliknya.

Sumber dari pemerintah Israel menceritakan CNN bahwa Netanyahu kini khawatir kesepakatan AS dengan Iran akan membawa kegelisahan besar bagi Tel Aviv.

Kekhawatiran tersebut mencakup bahwa Iran akan terus memperkaya uraniumnya menjadi senjata nuklir, meningkatkan program rudal balistiknya, dan memperluas jaringan proksi regionalnya.

“Ada kekhawatiran nyata bahwa Trump akan menerima perjanjian sementara yang buruk,” kata seorang pejabat Israel CNN.

“Jika kesepakatan itu benar-benar memindahkan uranium, tidak apa-apa. Namun jika itu hanya sekedar pernyataan niat, Iran bisa mempermainkan Amerika dan pada akhirnya tidak memindahkan uraniumnya.”

Iran telah berulang kali mengatakan bahwa nasib persediaan uraniumnya yang diperkaya hingga mendekati tingkat senjata bukan bagian dari kesepakatan sementara yang sedang dinegosiasikan.

Trump mengatakan bahwa materi tersebut pada akhirnya harus dikeluarkan dari Iran dan dipindahkan ke AS, namun baru-baru ini mengisyaratkan fleksibilitas mengenai masalah ini. Para pejabat AS dan Israel khawatir hal ini akan memberi Iran jalan menuju senjata nuklir.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Peter Hegseth mengatakan AS akan mencapai kesepakatan yang baik dengan Iran.

“Kesepakatan apa pun adalah kesepakatan yang bagus. Saya suka pertanyaan-pertanyaan tidak jujur ​​dari pers yang tidak jujur. Menurut saya itu kesepakatan yang bagus,” kata Hegseth ketika ditanya tentang kemungkinan kesepakatan dengan Iran.

(membaca)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google