Berita Iran Tuding AS-Israel Pakai Propaganda ala Nazi Buat Jatuhkan Teheran

by
Berita Iran Tuding AS-Israel Pakai Propaganda ala Nazi Buat Jatuhkan Teheran


Jakarta, Pahami.id

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel menggunakan propaganda gaya Nazi untuk menjatuhkan Teheran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei mengatakan Washington dan Tel Aviv menggunakan metode seperti Joseph Goebbels, mantan kepala propaganda Partai Nazi Jerman, untuk menyebarkan informasi yang salah tentang Teheran.


“Pembohong profesional pandai menciptakan ‘ilusi kebenaran’. ‘Ulangi kebohongan berulang kali dan itu akan menjadi kebenaran’ adalah hukum propaganda yang ditemukan oleh Joseph Goebbels,” tulisnya di media sosial X.

“Ini sekarang digunakan secara sistematis oleh pemerintah AS dan para pengambil keuntungan perang di sekitarnya, terutama rezim Israel yang melakukan genosida, untuk menyebarkan informasi yang salah dan disinformasi yang jahat terhadap Negara Iran,” lanjut Baqaei.

Baqaei menambahkan bahwa semua yang dikatakan Amerika dan Israel tentang Iran, terutama mengenai program nuklirnya, rudal balistik dan jumlah korban dalam demonstrasi publik, semuanya merupakan “kebohongan besar”.

“Tidak seorang pun boleh tertipu oleh kebohongan terang-terangan ini,” tegasnya.

Pernyataan Baqaei itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di parlemen AS pada Selasa malam waktu setempat. Dalam pidatonya, Trump mengklaim Iran sedang berusaha membangun kembali program nuklir tingkat senjata.

Trump juga menuduh Iran mengembangkan rudal balistik yang dapat mengancam pangkalan Eropa dan AS di luar negeri.

“Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kami di luar negeri. Mereka juga sedang mengerjakan rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat,” kata Trump di Capitol, Selasa (24/2) sore.

Saat itu, Trump juga menyinggung demonstrasi di Iran yang meletus pada akhir Desember dan menewaskan ribuan orang. Dia mengatakan pihak berwenang Iran menembak dan menggantung 32.000 pengunjuk rasa selama demonstrasi.

“Ada sekitar 32 ribu pengunjuk rasa di negara mereka. Mereka menembak dan menggantung pengunjuk rasa. Kami mencegah mereka menggantung lebih banyak orang dengan ancaman kekerasan yang serius. Orang-orang ini mengerikan,” kata Trump.

(blq/dna)