Jakarta, Pahami.id —
Iran menolak untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ancaman militer, pada Rabu (28/1).
Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di tengah sikap Presiden AS Donald Trump yang tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Pilihan tersebut terkait dengan tindakan keras Iran terhadap pengunjuk rasa, yang dianggap AS sebagai pelanggaran hak asasi manusia.
“Melakukan diplomasi dengan ancaman militer tidak akan efektif atau berguna. Jika mereka ingin perundingan menjadi kenyataan, maka ancaman, tuntutan berlebihan dan mengangkat isu-isu yang tidak rasional harus ditinggalkan,” kata Araghchi setelah AS mengerahkan kapal induk ke wilayah tersebut, seperti dikutip. AFP.
“Tidak mungkin membahas perundingan dalam suasana ancaman,” tambahnya.
Araghchi juga mengatakan tidak ada kontak dengan utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dalam beberapa hari terakhir dan menekankan bahwa Iran tidak mengupayakan negosiasi.
Ketegangan antara AS dan Iran berasal dari demonstrasi berdarah di Teheran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut pemerintah Iran.
Sebelumnya, Trump mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran, beberapa bulan setelah AS mengebom fasilitas nuklir Iran dalam konflik singkat pada Juni lalu.
Sejak dua pekan lalu, kapal perang AS mulai berpindah dari kawasan Asia-Pasifik ke Timur Tengah.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan armada USS Abraham Lincoln berada di Timur Tengah “untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional.”
“Grup Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln kini dikerahkan ke Timur Tengah untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional,” demikian pernyataan CENTCOM di X pada Senin (26/1).
Sementara itu, Iran memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan dibalas dengan cepat dan menyeluruh.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Teheran sekarang “lebih siap dari sebelumnya” untuk menanggapi kemungkinan serangan apa pun.
“Mengandalkan kemampuan domestik dan pengalaman masa lalu yang berharga, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas, dan tegas setiap potensi agresi,” kata Baghaei dalam konferensi pers, Senin (26/1), seperti dikutip Agensi Anadolu.
Baghaei juga menegaskan, kehadiran kapal perang AS di Teluk Persia tidak akan mempengaruhi tekad Iran untuk mempertahankan diri.
Kedatangan kapal perang semacam itu tidak akan mempengaruhi tekad dan tekad Iran untuk membela negaranya, katanya seperti dikutip. AFP.
Dia mengatakan militer Iran kini memantau dengan cermat setiap langkah yang diambil Washington. Baghael juga mengingatkan, pelanggaran prinsip sistem internasional akan berdampak pada semua pihak.
(rnp/rds)

