Jakarta, Pahami.id —
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berterima kasih kepada Malaysia karena “sikap kemanusiaannya” saat Teheran masih menghadapi perang melawan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari.
Dalam postingan di
“Saya berterima kasih kepada Malaysia atas dukungan kemanusiaannya dan Pakistan atas inisiatif dan upaya efektifnya untuk mendorong tercapainya kesepakatan,” kata Pezeshkian dalam cuitan di X pada Jumat (28/5).
Pezeshkian mengacu pada negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang.
Iran memiliki kebijakan memperluas kerja sama dengan negara-negara Islam dan negara tetangga di segala bidang, tambahnya.
Iran dan Amerika Serikat telah menyetujui rancangan perjanjian untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan memulai negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen.
Perjanjian tersebut juga akan mencabut pembatasan pelayaran dan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, sementara para perunding membahas isu-isu utama seperti program nuklir Iran.
AS juga harus mencabut sanksi terhadap pelabuhan Iran, dan mencabut beberapa pembatasan penjualan minyak Iran.
Namun, sumber mengatakan Presiden Donald Trump belum menyetujui kesepakatan tersebut. Iran juga belum mengomentari usulan kesepakatan tersebut.
Menurut kantor berita Iran Tasnimmengutip sumber yang mengetahui perundingan tersebut, mengatakan teks perjanjian tersebut belum diselesaikan dan diratifikasi. Jika disetujui, ini akan menjadi langkah besar menuju perdamaian, sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
“Kami belum sampai di sana, tapi kami sangat dekat dan kami akan terus berusaha,” kata Wakil Presiden AS JD Vance, seperti dilansir Reuters.
“Saya tidak dapat menjamin bahwa kami akan mencapainya, namun saat ini saya merasa cukup optimis,” tambah Vance.
(rds)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

