Jakarta, Pahami.id —
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan negaranya siap melawan invasi tersebut Amerika Serikat di tengah ancaman dari Presiden Donald Trump dan pembicaraan nuklir kedua negara.
Baghaei menekankan bahwa setiap serangan AS, termasuk serangan terbatas, akan dianggap sebagai “tindakan agresi.”
“Tindakan agresi akan dianggap sebagai tindakan agresi. Titik,” ujarnya dalam jumpa pers, Senin (23/2), seperti dikutip Al Jazeera.
Baghaei kemudian berkata, “Dan negara mana pun akan menanggapi tindakan agresi sebagai bagian dari hak yang melekat pada negaranya untuk mempertahankan diri dengan sekuat tenaga, jadi itulah yang akan kami lakukan.”
Presiden Iran Masoud Pezehskian juga mengulangi narasi yang sama. Negara ini terus memantau perilaku Amerika Serikat untuk mempersiapkan serangan mereka.
“Kami terus memantau dengan cermat tindakan AS dan telah melakukan semua persiapan yang diperlukan untuk setiap skenario potensial,” kata Pezehskian kepada X pada hari Minggu.
Dia kemudian menekankan bahwa Iran berkomitmen terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan. Presiden Iran juga mengatakan perundingan terbaru di Jenewa menandakan hal-hal baik bagi pemerintahannya.
“Negosiasi baru-baru ini melibatkan pertukaran proposal praktis dan menghasilkan sinyal-sinyal yang menggembirakan,” kata Pezehskian.
Pernyataan pejabat Iran itu muncul setelah Trump menyatakan akan melancarkan serangan terbatas ke negara Timur Tengah tersebut agar kesepakatan nuklir bisa tercapai.
Baru-baru ini, para penasihat Trump melaporkan bahwa AS akan melancarkan serangan dalam beberapa hari mendatang dengan tujuan menindas Iran agar menyerahkan kemampuannya membuat senjata nuklir.
Jika serangan Trump gagal meyakinkan Teheran, sumber mengatakan dia akan membuka kemungkinan serangan militer akhir tahun ini. Serangan itu juga ditujukan untuk menggulingkan Khamenei.
Trump telah berulang kali mengancam akan menyerang Iran. AS bahkan telah menempatkan dua kapal induk di perairan Timur Tengah.
Beberapa sumber mengatakan Trump ingin pengayaan nuklir Iran mencapai nol. Ia juga mempunyai ambisi untuk membatasi produksi rudal balistik negara Timur Tengah tersebut.
(isa/dna)

