Berita Iran Setuju Pangkas Pengayaan Uranium jika AS Lakukan Ini

by
Berita Iran Setuju Pangkas Pengayaan Uranium jika AS Lakukan Ini


Jakarta, Pahami.id

Iran akan mempertimbangkan untuk mengurangi pengayaan uraniumnya jika Amerika Serikat mencabut semua sanksi terhadap Teheran.

Ketua Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, mengatakan Teheran bersedia mengurangi pengayaan uranium jika AS mencabut seluruh sanksi ekonomi terhadap Iran.


“Kemungkinan pengurangan pengayaan uranium bergantung pada apakah seluruh sanksi akan dicabut sebagai imbalannya,” kata Eslami, Senin (9/2), seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Eslami muncul usai AS dan Iran mengadakan pembicaraan mengenai program nuklir Teheran pada Jumat (6/2) lalu di Oman. Perundingan dijadwalkan memasuki putaran kedua.

AS mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan jika tidak ingin diserang. Armada perang AS telah ditempatkan di sekitar Iran selama beberapa waktu untuk memberikan tekanan pada negara tersebut.

Dalam tuntutannya, AS meminta Iran berhenti mengembangkan senjata nuklir. Menurut badan nuklir PBB, Iran memiliki lebih dari 440 kilogram uranium yang disimpan hingga 60 persen diperkaya. Angka ini selangkah lebih dekat untuk mencapai tingkat senjata nuklir sebesar 90 persen.

[Gambas:Video CNN]

Eslami dalam kesempatan itu juga mengatakan, tidak ada pembahasan terkait pengiriman uranium Iran ke luar negeri dalam perundingan dengan AS. AS sebelumnya dilaporkan telah meminta Iran untuk mengirim uraniumnya ke luar negeri.

Menurut kantor berita Tasnim, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Larijani, akan mengunjungi Oman pada Selasa (10/2) untuk membahas perkembangan regional dan kerja sama bilateral.

Sejauh ini belum ada pengumuman mengenai tanggal dan tempat perundingan nuklir AS-Iran putaran kedua.

Iran dan Amerika mengadakan lima putaran perundingan nuklir tahun lalu. Namun, negosiasi panjang tersebut gagal terutama karena perselisihan mengenai pengayaan uranium di Iran.

Pada Juni 2025, AS kemudian menyerang fasilitas nuklir Iran setelah dibujuk oleh Israel. Sejak itu, Teheran mengklaim telah menghentikan aktivitas pengayaan uraniumnya.

Namun menurut Israel, Iran masih berusaha mengembangkan hal tersebut. Iran sendiri sejak awal menegaskan bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai.

Sejak Januari, kapal perang dan jet tempur AS mengepung Iran dengan dalih memberikan bala bantuan bagi rakyat Iran. Iran telah diguncang demonstrasi besar-besaran dan berdarah sejak 28 Desember, menewaskan ribuan orang.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengalihkan dalih pengerahan armada perang tersebut ke program nuklir Iran. Trump dilaporkan menuntut Iran juga berhenti mengembangkan rudal balistik. Iran menolak dan meminta AS fokus pada masalah nuklir.

(blq/baca)