Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Dia mendesak Iran untuk tidak melancarkan serangan balik setelah pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, terbunuh.
Hal tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth miliknya pada Sabtu (28/2). Pernyataan ini sekaligus menanggapi ancaman pembalasan yang diklaim Teheran akan dilancarkan ‘lebih keras dari sebelumnya’.
“Iran baru saja mengatakan bahwa mereka akan melakukan serangan yang sangat keras hari ini, lebih keras dari sebelumnya,” tulis Trump Al JazeeraMinggu (1/3).
“Tetapi sebaiknya mereka tidak melakukan itu, karena jika mereka melakukannya, kita akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya!” lanjutnya.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, menyusul serangan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat tinggi negara tersebut.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai kejahatan besar’. Dia berjanji akan membalasnya.
Dalam keterangan resmi dari kantor kepresidenannya, Pezeshkian menyebut kematian Khamenei sebagai titik balik yang akan menandai babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah.
Dia juga menekankan bahwa pengorbanan pemimpin tertinggi tersebut akan menjadi simbol perlawanan terhadap apa yang disebutnya sebagai “penindasan dan kejahatan Zionis Amerika.”
“Kejahatan besar ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan membuka babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang kuat dan akan menyingkirkan penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis,” kata Pezeshkian.
Presiden Iran menambahkan, dengan segenap kekuatan dan tekad negara, serta dukungan umat Islam dan masyarakat bebas di seluruh dunia, Teheran akan memastikan bahwa pelaku dan komandan penyerangan menyesali perbuatannya.
“Dengan segenap kekuatan dan tekad kami, dengan dukungan umat Islam dan masyarakat bebas di seluruh dunia, kami akan membuat pelaku dan komandan ini menyesal,” ujarnya.
Selain itu, Pezeshkian mengumumkan hari libur nasional selama tujuh hari, setelah 40 hari berkabung resmi yang ditetapkan sebelumnya, sebagai bentuk penghormatan terhadap Khamenei.
(la/dmi)

