Berita Inggris Marah Trump Remehkan Pasukan NATO di Afghanistan

by
Berita Inggris Marah Trump Remehkan Pasukan NATO di Afghanistan


Jakarta, Pahami.id

Pemerintah Bahasa inggris tersinggung dan marah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meremehkan peran militer NATO di Afganistan.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan Trump “salah jika meremehkan” pasukan NATO di negara Asia Selatan. Pasalnya, operasi militer di Afghanistan telah menewaskan ratusan tentara Inggris dan melukai sejumlah besar tentara lainnya.


“Presiden (Trump) secara keliru meremehkan peran pasukan NATO, termasuk pasukan Inggris, di Afghanistan setelah serangan 11 September di AS,” kata juru bicara itu seperti dikutip. AFP.

“(Sebanyak) 457 tentara Inggris tewas di Afghanistan dan banyak yang terluka. Ratusan tentara lainnya juga mengalami luka-luka yang mengubah nyawa akibat pengabdian mereka kepada AS dan sekutunya di Afghanistan,” lanjutnya.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (22/1), Trump secara blak-blakan mengaku tidak yakin NATO akan hadir untuk AS jika Washington membutuhkannya. Sebab, pada operasi di Afghanistan tahun 2001, pasukan NATO sebenarnya dikirim untuk membantu AS, namun pasukan saat itu jauh dari garis depan.

[Gambas:Video CNN]

“Mereka bilang mereka mengirim sejumlah pasukan ke Afghanistan, dan itu benar. Tapi mereka sedikit tertinggal, agak jauh dari garis depan,” kata Trump seperti dikutip BBC.

Setelah serangan teroris Al Qaeda di New York pada 11 September 2001, NATO mengaktifkan Pasal 5 untuk pertama kalinya. Klausul ini menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota sama dengan serangan terhadap seluruh anggota NATO.

Inggris adalah salah satu dari sedikit negara yang bergabung dengan AS dalam operasi di Afghanistan. Sebanyak 457 tentara Inggris tewas dalam operasi tersebut.

Para menteri, anggota parlemen, dan veteran militer Inggris juga mengkritik pernyataan Trump sebagai tindakan tidak berterima kasih.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan tentara Inggris yang tewas di Afghanistan harus dikenang sebagai “pahlawan yang memberikan nyawa mereka untuk mengabdi pada negara kita”.

(blq/baca)